Opini
UKT Selangit, Kuliah Makin Sulit
Pendidikan saat ini bukan lagi kebutuhan di negeri ini, tetapi sudah dikomersialkan..
UKT Selangit, Kuliah Makin Sulit
Oleh: Muthmainnah Ilham SPd MSi
(Guru dan Pemerhati Pendidikan)
TRIBUN-TIMUR.COM - Pendidikan saat ini bukan lagi kebutuhan di negeri ini, tetapi sudah dikomersialkan.
Terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan ke universitas.
Kecerdasan saja tidak cukup karena harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) selangit.
Bahkan, di beberapa perguruan tinggi, calon mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Masuk Nasional (SNBP) memilih mundur karena mahalnya biaya UKT.
Naffa Zahra Muthmainnah adalah salah satunya.
Ia mengaku kecewa tidak bisa kuliah di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) yang dicita-citakannya sejak kecil, karena orang tuanya tidak sanggup membayar UKT.
Isu kenaikan UKT telah memicu beberapa aksi mahasiswa yang menentang kenaikan UKT.
Protes kenaikan UKT terjadi di beberapa perguruan tinggi, antara lain Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Universitas Negeri Riau (Unri) dan Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan.
Mahasiswa memprotes kenaikan UKT.
Para mahasiswa Unsoed memprotes lantaran ada kenaikan uang kuliah hingga lima kali lipat.
Akibat kebijakan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun menentang Rektorat.
Mereka tidak menerima kenaikan biaya kuliah yang drastis dan tanpa informasi yang memadai.
Persatuan Mahasiswa Peduli Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu, 22 Mei 2024 menentang kenaikan UKT.
Lebih dari 300 pengunjuk rasa memenuhi halaman gedung Rektor UB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muthmainnah00.jpg)