Opini
Low Carbon City Demi Kesehatan
Sumber gas CO (karbon monoksida) di udara adalah kendaraan bermotor, industri, pembakaran sampah dan asap rokok.
dr Airah Amir
Dokter dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat
Literasi low carbon city tengah digencarkan. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kota rendah karbon yang ramah lingkungan.
Sumber gas CO (karbon monoksida) di udara adalah kendaraan bermotor, industri, pembakaran sampah dan asap rokok.
Efek patologis gas CO adalah kemampuannya mengikat hemoglobin menghalangi distribusi oksigen di dalam tubuh dan menyebabkan hipoksia jaringan.
Bagaimana upaya agar target pengurangan karbon menjadi hal yang nyata?
Gencarnya pembangunan di berbagai sektor ditandai dengan perkembangan pesat area perkotaan termasuk alih fungsi lahan untuk berbagai kebutuhan di sektor ekonomi.
Akibatnya pembangunan tak berjalan seimbang menyebabkan semakin tergerusnya lahan hijau dan fasilitas publik, berbanding lurus dengan rendahnya tingkat kenyamanan yang dirasakan warga saat beraktivitas di ruang publik.
Indeks tingkat kenyamanan hidup di kota besar di Indonesia disinyalir mengalami penurunan akibat kualitas angkutan umum perkotaan yang buruk, minimnya ruang terbuka hijau dan ruang publik.
Penanganan sampah yang jauh dari ideal, hingga rendahnya tingkat keamanan akibat meningkatnya kriminalitas.
Tak lupa pula munculnya kawasan kumuh di perkotaan turut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.
Ketidakseimbangan pembangunan menyebabkan polusi baik dari sektor industri maupun transportasi, keduanya menyumbang angka polusi di perkotaan termasuk pula polusi udara yang berasal dari sampah dan asap rokok.
Akumulasi ini dapat saja menyebabkan krisis polusi udara jika ditangani secara tak serius.
Tak dinyana, kemacetan hari ini akibat jalanan kota dibanjiri jutaan kendaraan pribadi, saat angkutan umum belum terwujud secara ideal, menyebabkan polusi dari asap kendaraan, selain juga menyebabkan kemacetan.
Kerugian tak hanya mencakup bahan bakar yang terbakar percuma tetapi juga biaya kesehatan yang harus ditanggung warga setiap hari selama bertahun-tahun.
| Garis Merah yang Terlampaui, Penangkapan Pemimpin Negara Mengancam Tatanan Dunia |
|
|---|
| Haji 2024 Sukses, Menteri Jadi Tersangka: Di Mana Letak Keadilan? |
|
|---|
| Menggugat Relativisme: Antara Netralitas Palsu dan Pelumpuhan Keberpihakan Moral |
|
|---|
| Ketika Likes Lebih Penting dari Nyawa: Tantangan Promosi Kesehatan di Era Viral |
|
|---|
| Luwu Raya: Antara Janji Sejarah, Keadilan Ekonomi dan Kedaulatan Wilayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-Airah-Amir-Dokter-IGD-RSUD-Kota-n.jpg)