Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Komunitas Jarum Benang

110 Member Komunitas Jarum Benang Halal Bihalal di Kampoeng Kuliner Gowa Sulsel

Sebanyak 110 member Komunitas Jarum Benang mengikuti halal bihalal di Kampoeng Kuliner Gowa, Jl Tun Abdul Razak Gowa, Rabu (1/5/2024).

Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
tribun.timur.com/rudi salam
Sebanyak 110 member Komunitas Jarum Benang mengikuti Halal Bihalal di Kampoeng Kuliner Gowa, Jl Tun Abdul Razak, Gowa, Rabu (1/5/2024). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mempererat silaturahmi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 110 member Komunitas Jarum Benang mengikuti halal bihalal di Kampoeng Kuliner Gowa, Jl Tun Abdul Razak Gowa, Rabu (1/5/2024).

Halal bihalal ini dihadiri Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Makassar Andi Tenri Beda dan Ketua Lembaga Kriya Karya Busana Zaynurz.

Kegiatan ini juga diisi dengan pembahasan acara bakal dihadirkan dalam waktu dekat.

Seperti Malam Anugerah Kartini Menuju 1.000 UMKM Perempuan dan Pembentukan Asosiasi Perempuan Wirausaha Fesyen Jahit dan Kerajinan.

Ketua Lembaga Kriya Karya Busana Zaynur mengatakan kegiatan ini agenda tahunan untuk mempererat silaturahmi.

"Tiap tahun kita dipertemukan lewat halal bihalal, kebetulan momennya Kartini, jadi kita angkat pemberdayaan perempuan,” katanya.

Zaynur menyebut jumlah anggota Komunitas Jarum Benang kurang lebih 500 orang.

Para member berasal dari berbagai daerah. Namun, sekira 80 persen berasal dari Makassar.

Member Komunitas Jarum Benang sendiri mendapatkan pelatihan jahit menjahit pakaian atau busana.

Selain itu, para member juga memperoleh pelatihan makeup artist, kerajinan, hingga konten kreator.

"Semua (member) ada punya dasar dan tidak punya dasar, kebanyakan tidak punya dasar. Kita kumpulkan sejak tahun 2016, anggota sekarang hampir 500," Zaynur menambahkan.

Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Makassar Andi Tenri Beda dalam kesempatan itu mengapresiasi kegiatan Komunitas Jarum Benang.

Ia juga memperkenalkan inkubator center Kota Makassar sebagai wadah untuk pengembangan UKM.

Di inkubator center, kata dia, para UKM akan mendapatkan pendampingan, cara meningkatkan produktivitas hingga perizinan.

“Jadi saya mengajak ibu-ibu sekalian, pengusaha, semoga nanti bisa gabung inkubator,” katanya.

Andi Tenri menyebut, di Makassar sektor UKM masih didominasi jenis usaha di bidang kuliner, sedangkan di bidang fashion masih kurang.

“Kita sama-sama memajukan UKM. Kita sama-sama berkontribusi kinerja perekonomian daerah dan nasional,” sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved