Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kepala SMA Islam Athirah Paparkan Strategi Kemitraan Sekolah di Workshop UNICEF

Bakry Liwang paparkan praktik proyek siswa dan strategi kemitraan sekolah dalam workshop UNICEF di Makassar.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dok. SMA Islam Athirah
KEMITRAAN SEKOLAH — Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Dr. Bakry Liwang, tampil sebagai narasumber dalam Workshop Kemitraan Sekolah yang digelar UNICEF dan Yayasan Indonesia Mengabdi di Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Dr. Bakry Liwang, tampil sebagai narasumber dalam Workshop Kemitraan Sekolah digelar Yayasan Indonesia Mengabdi bekerja sama dengan UNICEF.

Kegiatan berlangsung di Hotel Ibis Ratulangi, Makassar, Selasa (23/9/2025).

Workshop ini menjadi wadah bagi sekolah untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan membangun kolaborasi dalam memperkuat pembelajaran berbasis proyek.

Sekolah dilatih memetakan potensi mitra, menyusun strategi kolaborasi, dan merancang rencana aksi kemitraan berkelanjutan.

Dr. Bakry memaparkan praktik baik yang diterapkan SMA Islam Athirah Bukit Baruga dalam mengelola proyek siswa.

Ia menyebut proyek akhir siswa menjadi program unggulan sekolah, memberi ruang bagi siswa kelas XII memilih proyek sesuai minat, seperti karya tulis ilmiah, literasi, digital, entrepreneurship, magang, hingga pengabdian.

“Proyek akhir siswa dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang lebih luas dan nyata. Proyek ini membantu siswa menemukan minatnya sekaligus mengasah kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” jelas Dr. Bakry.

Ia menekankan proyek siswa bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pengembangan soft skills, sejalan dengan delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

“Melalui proyek, siswa belajar bekerja sama, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta peduli pada lingkungan sekitar. Itu semua bekal penting menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Dr. Bakry juga mengungkapkan keberhasilan proyek akhir tak lepas dari dukungan kemitraan. Selama tiga tahun terakhir, sekolah menjalin kerja sama dengan mitra strategis, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, ITB Kalla, Kalla Group, Tapada, serta sejumlah sekolah di Makassar.

“Program kemitraan memberi peluang siswa berinteraksi dengan dunia nyata, memperluas wawasan, dan menambah pengalaman praktis. Bagi mitra, kerja sama juga memberi manfaat melalui kontribusi siswa dalam berbagai kegiatan produktif,” ujarnya.

Ia membagikan tiga langkah strategis membangun kemitraan: (1) mengidentifikasi potensi SDM di sekolah, termasuk guru dan orang tua, (2) merancang program kokurikuler sesuai visi sekolah, dan (3) melibatkan seluruh stakeholder dalam setiap program.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi pondasi memperkuat jaringan kerja sama dan menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan lokal maupun global.

Workshop diikuti perwakilan sekolah dari berbagai jenjang. Hasilnya diharapkan memperluas jejaring, memperkuat kualitas proyek siswa, dan menumbuhkan semangat kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat, dunia usaha, industri, dan perguruan tinggi.

“Harapan kami, semakin banyak sekolah membangun kemitraan agar kualitas pendidikan di Indonesia terus meningkat. Anak-anak kita tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga siap menjadi generasi terampil yang adaptif dan berdaya saing global,” pungkas Dr. Bakry. (*)

Laporan Citizen Reporter Muhammad Syafitra

Tim Web SMA Islam Athirah Bukit Baruga

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved