Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

17 Bandara Status Internasional di Indonesia Turun Kasta Jadi Domestik, 5 Masih Bertahan

Kelima bandara yang dimaksud adalah Soekarno-Hatta - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Juanda - Surabaya, Sultan Hasanuddin - Makassar dan Kualanamu

|
Editor: Ansar
Serambinews.com
Kemenhub Cabut Status Internasional Bandara Maimun Saleh Sabang 

Sedangkan AS dengan penduduk 399,9 juta mengelola 18 bandara internasional.

"Keputusan Menteri 31 ini dikeluarkan dengan tujuan untuk melindungi penerbangan internasional pasca pandemi dengan menjadikan bandara sebagai hub [pengumpan] internasional di negara sendiri," ucapnya lewat pernyataan tertulis kepada BBC News Indonesia, Jumat (24/04).

"Selama ini sebagian besar bandara internasional hanya melayani penerbangan internasional ke beberapa negara tertentu saja dan bukan merupakan penerbangan jarak jauh, sehingga hub internasional justru dinikmati oleh negara lain," lanjutnya.

Sejarah Bandara Maimun Saleh

Bandara Maimun Saleh (IATA: SBG, ICAO: WITN) adalah bandar udara yang terletak di Gampong Cot Ba'U Kota Sabang, provinsi Aceh.

Bandara ini dibangun masa Hindia Belanda.

Masa kedudukan Jepang bandara ini sangat berperan penting bagi tentara jepang, disekitar bandara dikelilingi Benteng, seperti banteng Tinjau Alam, Meutio atau Batre A, Benteng2 kecil di Gampong Cot Ba'U, dan juga benteng Cot Labu yang berperan penting untuk pengamanan Bandara.

Tentara jepang menyimpan pesawat mereka di hanggar Bawah tanah.

Pada saat Jepang diserang pesawat sudah berbaris untuk lepas landas, tapi pesawat mereka di Bom oleh sekutu yang sudah duluan siap untuk menyerang.

Sejarah

Setelah Indonesia Merdeka Bandara ini dikenal dengan dengan Lapangan Bandara Cot Ba'U, kemudian pada tahun 1982 nama tersebut di Ubah menjadi Lapangan Udara Maimun Saleh oleh bapak Jasri.

Beliau adalah Angkatan Laut yang bertugas disabang, dan juga menjabat sebagai Lurah Gampong Kenekai, Saat itu ABRI bisa DWI yang digagas oleh Ordebaru, Sabang Saat itu di pimping Oleh Dr. Yusuf Walal M.B.A (Wali Kota)

Lapangan terbang ini merupakan fasilitas militer TNI Angkatan Udara TNI-AU dan TNI Angkatan Laut TNI-AL.

Satuan pelaksana Komando Operasi Angkatan Udara I, bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, pembinaan potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.

Lapangan ini juga difungsikan pesawat domestik dari Kuala Namu kesabang, dengan jenis pesawat Garuda ATR & Wing Air

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved