Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Timor Leste Negara Merdeka dari Indonesia, Kini Tembaki WNI di Perbatasan

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak pemerintah segera mengambil jalur diplomasi sebagai respon penembakan

Tayang:
Editor: Ansar
Tribunnews.com
PENEMBAKAN - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan TNI, menyelidiki kasus penembakan terhadap seorang warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, oleh aparat keamanan Timor Leste. (Dokumen Polres TTU). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Timor Leste jadi sorotan setelah pasukan Unidade Patrulhamento Fronteira (UPF) atau Polisi Perbatasan menembaki WNI.

Aksi penembakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mendapat respon DPR RI.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak pemerintah segera mengambil jalur diplomasi sebagai respon penembakan warga NTT.

Diplomasi harus segera diambil pemerintah Indonesia agar konflik di perbatasan segera diselesaikan dan tidak melebar.

"Pemerintah pusat harus segera turun tangan. Sengketa batas wilayah ini harus diselesaikan secara tuntas melalui jalur diplomasi dua negara. Jangan sampai konflik berkepanjangan terus menelan korban dari masyarakat sipil," tegas Soleh dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, konflik di perbatasan Indonesia dan NTT telah berulang kali terjadi dan menimbulkan ketegangan.

Kini, dibutuhkan langkah diplomasi serius dari kedua negara untuk melindungi warga Indonesia maupun Timor Leste.

"Masyarakat perbatasan adalah garda terdepan NKRI. Negara wajib memastikan keselamatan dan keamanan mereka, baik melalui penguatan pos TNI maupun koordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat," ujar Soleh.

Komisi I, kata Soleh, mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) segera menggelar perundingan bilateral dengan pemerintah Timor Leste.

"Hubungan baik Indonesia dan Timor Leste harus dijaga. Namun kepastian batas wilayah dan keamanan warga kita adalah prioritas utama," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Minta Penjelasan

Adapun Kemenlu meminta penjelasan dan klarifikasi kepada Kemenlu Timor Leste menyusul penembakan yang diduga dilakukan oleh tentara Timor Leste kepada Pulus Oki (69 tahun), yang merupakan warga NTT.

Paulus Oki ditembak oleh pasukan Unidade Patrulhamento Fronteira (UPF) atau Polisi Perbatasan Negara Timor Leste, pada Senin (25/8/2025).

"KBRI Dili juga sudah langsung meminta klarifikasi pada Kemlu Timor Leste tentang hal tersebut," kata Juru Bicara II Kemenlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).

Sementara itu, KBRI kini telah membawa korban penembakan ke rumah sakit (RS) untuk segera ditangani.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved