Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Cerita Ramadan di Amerika Serikat

Saya merupakan salah satu peserta program pertukaran pelajar KL-YES 2023/2024 yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri AS selama 10 bulan di Amerik

Editor: Sudirman
Ist
Nadine Nuzhatul Fikrah,Siswi SMAN 17 Makassar / Peserta Program Pertukaran KL-YES 

Oleh: Nadine Nuzhatul Fikrah

Siswi SMAN 17 Makassar / Peserta Program Pertukaran KL-YES

Nama saya Nadine Nuzhatul Fikrah. Saya berasal dari Kota Anging Mammiri, Makassar.

Saya merupakan salah satu peserta program pertukaran pelajar KL-YES 2023/2024 yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri AS selama 10 bulan di Amerika Serikat.

Selama pertukaran pelajar ini, saya ditempatkan di Sitka negara bagian Alaska, dan saya sudah berada disini selama kurang lebih 7 bulan lamanya.

Di Sitka, saya tinggal di rumah keluarga angkat (host family), dan bersekolah di Sitka High School yang hanya memakan waktu 10 menit jika menggunakan kendaraan mobil dari rumah.

Keluarga angkat saya sendiri beranggotakan 5 orang, dengan Danielle dan Eric sebagai orang tua angkat saya, dan 3 orang anaknya: Olivia, Bailey, dan Madison sebagai saudara angkat saya.

Memiliki 3 saudara perempuan sekaligus dari Amerika sungguh menyenangkan, dengan kepribadian mereka yang berbeda-beda.

Saya merasa bersyukur bisa mendapatkan keluarga baru disini dengan perbedaan budaya yang membuat kami saling melengkapi.

Selama bulan Ramadan, saya berpuasa selama kurang lebih 14 jam lamanya dengan mengandalkan aplikasi Muslim Pro sebagai pedoman untuk mengetahui jadwal berbuka puasa dan sahur.

Aplikasi ini juga telah disetujui oleh Islamic Community Centre of Illinois.

Jika dilihat dari kalendar, bulan puasa di Sitka tahun ini jatuh pada musim semi namun uniknya masih terdapat hari-hari di mana salju turun dengan lebat.

Sehingga masyarakat di sini sering bercanda dengan berkata bahwa ini bukan musim semi, melainkan “pretending spring” atau berpura-pura musim semi.  

Namun, saya merasa beruntung bahwa tahun ini puasanya jatuh pada musim semi, dan bukan pada musim panas.

Bila musim panas, durasi puasa di AS cenderung lebih lama hingga hampir 20 jam sehari, karena terbitnya matahari lebih awal dan terbenamnya matahari yang lebih malam.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved