Opini
The Nuruls
Doktrin QS. An-Nisa (4) ayat 19telah mendorong perempuan khususnya muslimah untuk mendapatkan hak atas hidupnya.
Bermula ketika content creator Halda Rianti ditanya oleh Vidi Aldiano “Di depok ada tempat hits apa sih sekarang” dan di jawab Halda “Bajawa”.
Nama ini disambut tawa oleh host dan tamu podcastyang juga menghadirkan Azka Corbuzier dan Laura Moane.
“Apa sih Bajawa” tanya Vidi lagi sambil tertawa. Dijawab oleh Halda
“Live musik yang banyak The Nuruls.” Vidi kembali mengajukan pertanyaan yang mewakili rasa penasaran saya.
“The Nuruls apa sih”. Tanpa menunggu jawaban Halda, Saya coba melakukan brawsing, ternyata istilah “The Nuruls” ditujukan untuk perempuan-perempuan yang lupa akan identitasnya sebagai muslim.
Kembali ke percakapan podcast, Halda menjelaskan bahwa;
“The nuruls orang-orang yang berjilbab tapi pengen joget-joget”.
“Jadi non alkohol ya?”tanya Deddy
“Ga ada alkhohol, kita minumnya americano”
Saya kembali melakukan penelusuran video yang menampakkan aktivitas “The Nuruls.”
Saya menyaksikan dalam sebuah cafeyang dipadati muda mudi katakanlah Gen Z.
Perhatian saya langsung tertuju pada perempuan-perempuan muda yang berhijab, dengan outfit yang simple dan umumnya menggunakan sweater berbahan rajut.
Mereka berjoget-joget diiringi live music, beberapa pasangan yang berbeda jenis nampak pula asyik bergoyang menemani si Nurul, tampak juga si Nurul menikmati vape.
Saya menilai suasananya hampir sama dengan diskotik. Miris dan mengundang kekhawatiran menurut saya.
The Nuruls rupanyatelah populer di TikTok atau media sosial lainnya yang kemudian diviralkan oleh Halda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fadjriani-Ramadhan-Pendiri-Teras-Baca-Lompoe-Parepare.jpg)