Opini
Puasa dan Jihad Antikorupsi
Tingkatan pertama adalah puasanya orang awam, yakni sekadar menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan seksual sejak terbitnya matahari.
Menurut Nurcholis Madjid bahwa pangkal atau sumber takwa adalah keimanan yang mendalam kepada Allah dan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam segala kegiatan manusia.
Inilah yang menjadi tujuan pokok ibadah puasa, yang kemudian melimpah pada nilai-nilai hidup lain yang amat tinggi.
Oleh karena itu, sudah saatnya Ramadhan dijadikan medium umat Islam seluruh dunia untuk melatih diri dalam mengendalikan naluri keduniawian.
Hujjatul-Islam, Al-Ghazali, menerangkan bahwa substansi dari ritual puasa adalah agar manusia berakhlak dengan akhlak Allah, yaitu ketergantungan segala sesuatu kepada-Nya.
Begitu pentingnya menahan hawa nafsu sehingga Nabi Muhammad perlu memberikan sugesti bahwa: ”Kita baru saja pulang dari perang kecil menuju perang besar, yakni perang melawan diri sendiri (hawa nafsu)”.
Kita tahu dosa manusia pertama, yaitu dosa Adam dan Hawa, terjadi karena ketidakmampuan mereka berdua menahan diri dari godaan mendekati pohon terlarang di surga. Itulah dosa ketamakan yang dalam konteks kekinian menjelma menjadi tindakan korupsi.
Jihad Antikorupsi
Pada titik inilah, puasa dapat dimaknai sebagai jihad melawan hawa nafsu dan tindakan korupsi.
Inilah bentuk dari eksternalisasi nilai-nilai puasa yang bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada sesama.
Bukan sebaliknya, seperti yang dicontohkan para pejabat negeri ini, menjadi parasit penghisap kekayaan negara dan membuat rakyat kian menderita.
Ibadah puasa yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan akan mengarahkan serta mengantar pelakunya berpikiran dan berhati suci.
Membuang jauh-jauh beragam naluri hewani.
Berbekal pengendalian diri, setiap Muslim akan meningkat kualitas ibadah, perilaku pribadi, serta ketakwaannya.
Lebih-lebih jika diiringi dengan tadarus, shalat malam yang biasa diistilahkan qiyaamu Ramadhan atau tarawih.
Ibadah puasa Ramadhan dengan demikian akan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang penuh keimanan dan ketakwaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Nanang-Qosim-S-Pd-I-MPd-Dosen-Agama-Islam-Poltekkes-Kemenkes-Semarang-Peneliti-dan-Pendakwah.jpg)