Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2024

Sholat Tarawih yang Benar 8 Rakaat atau 20 Rakaat? Ini Penjelasan KH Amirullah Amri

Sholat tarawih yang melakukannya secara demonstran adalah sahabat Khulafaur Rasyidin, sementara Rasulullah SAW sholat tarawih di rumah.

Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
YouTube Tribun Timur
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Ilmul Yaqin Tompobulu, Kabupaten Maros KH Amirullah Amri dalam Program Syiar Ramadhan Tribun Timur bekerja sama dengan PT Semen Tonasa, Sabtu (16/3/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Muslim dianjurkan menghidupkan malam-malam ramadhan salah satunya dengan sholat tarawih.

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Namun ada perbedaan mengenai jumlah rakaat Sholat Tarawih.

Sebagian menunaikan sholat tarawih 8 rakaat dengan witir 3 rakaat.

Ada juga yang melaksanakan sholat tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat sholat witir.

Lantas berapa jumlah rakaat sholat tarawih yang benar?

Baca juga: Niat Sholat Tarawih dan Witir Malam Ini, Lengkap Tulisan Arab dan Latin

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al Qur'an Ilmul Yaqin Tompobulu, Kabupaten Maros KH Amirullah Amri menjelaskan asal muasal pelaksanaan sholat tarawih.

Sholat tarawih yang melakukannya secara demonstran adalah sahabat Khulafaur Rasyidin.

Rasulullah SAW sholat tarawih di rumah.

"Tapi kata Rasul ikuti sahabatku. Siapa Sahabatnya? Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib," kata KH Amirullah Amri dalam Program Syiar Ramadhan Tribun Timur bekerja sama dengan PT Semen Tonasa, Sabtu (16/3/2024).

Ia melanjutkan, pada waktu itu para sahabat sholat di masjid dan mengambil tempat di tiap-tiap masjid.

Umar mengambil inisiatif mengumpulkan jemaah, terjadilah sholat tarawih secara berjamaah pada waktu itu.

Berkata Umar bin Khattab "ni'matul bid'ah" yang artinya sebaik-baiknya bidah adalah ini.

"Jadi tarawih adalah perbuatan bid'ah. Tapi bid'ah yang baik. Maksudnya, Rasul tidak lakukan namun kita melakukan," jelasnya.

KH Amirullah Amri menegaskan dari perkataan Umar dapat dipahami tidak semua bid'ah itu sesat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved