Ramadan 2024
Profil Ustaz Armayadi Al Ghifari Lulusan As'adiyah Sengkang, Berdakwah dari Desa hingga Singapura
Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba tersebut mengaku mulai berdakwah pada tahun 2009.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Andi Armayadi, adalah salah satu dari jutaan pendakwah di tanah air.
Sosoknya masih terbilang muda namun sudah melanglang buana menyebarkan syariat Islam ke masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba tersebut mengaku mulai berdakwah pada tahun 2009.
"Awalnya kami bersama rekan-rekan mendirikan komunitas dakwah di Bumi Panrita Lopi. Dari situlah islam terus disyiarkan," ujarnya setelah membawa ceramah ramadan di Masjid Nurul Huda Empagae, Kabupaten Wajo, (17/3/2024).
Bahkan, sampai hari ini telah menjajal berbagai pelosok di Nusantara. Seperti Papua, Jambi, Kendari dan masih banyak lagi.
Momentum bulan suci Ramadan menjadi amanat tersendiri baginya.
Tak hanya sekedar memberikan ceramah melainkan bagaimana ia mampu mengajak seluruh umat muslim agar selalu taat dan memperkaya iman kepada Allah SWT.
"Di Indonesia sudah hampir seluruh provinsi yang kami tempati. Dan alhamdulillah di Luar negeri termasuk Malaysia dan Singapura," tutur Pimpinan Pondok Pesantren As'adiyah Mabbarakka, Bulukumba ini.
Sepenggal cerita darinya, dulu pernah berdakwah di daerah pegunungan tepatnya di Kolaka Utara.
"Yang paling berkesan kami pernah ditempatkan di pegunungan nama daerahnya Lapai selama satu bulan. Untuk mencapai lokasi, harus tiga kali naik ojek," bebernya.
Lebih ekstremnya, ia juga pernah berdakwah di sebuah pulau di Provinsi Riau.
"Kami naik Sampan (Perahu Kayu) kurang lebih sembilan jam ke Pulau Kijang, daerah Sumatera. Uniknya, di sana banyak orang bugis jadi kami seolah-olah seperti di kampung sendiri," lanjut Armayadi.
Ramadan kali ini, dirinya bakal kembali menjelajah Indonesia bagian Timur. Tepatnya di Provinsi Papua.
"Ramadan kali ini safari dakwah berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara dan Insya Allah akan lebaran di Papua Selatan, Kabupaten Asmat," tuturnya.
"Nanti kami dua kali naik pesawat, dari Makassar ke Timika lalu ke Bandara Ewer kemudian naik kapal laut terus transportasi via darat untuk sampai ke distrik Agats," sambung Armayadi.
| Jamaah An Nadzir Gowa Lebaran atau Salat Idul Adha Besok, Muhammadiyah dan NU Lusa |
|
|---|
| Jelang Wukuf Arafah, Dokter Yudi Minta JCH Jaga Kesehatan Waspada Heat Stroke |
|
|---|
| Salat Idul Adha 2 Rakaat, Niat dan Tata Cara |
|
|---|
| Hukum Belum Mandi Junub Saat Imsak Tiba, Bisa Batalkan Puasa? |
|
|---|
| Manfaat Zikir Pagi dan Petang Selama Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ustaz-Andi-Armayadi-Al-Ghifari.jpg)