Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2024

Jangan Pernah Bersetubuh saat Puasa di Bulan Ramadhan, Ini Konsekuensinya

Berpuasa di bulan ramadhan umat Islam perlu menjaga diri dari hawa nafsu atau hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk berhubungan suami istri.

Editor: Hasriyani Latif
Tangkap Layar YouTube Tribun Timur
Pimpinan Ponpes Tahfiz Al-Quran Ilmul Yaqin Tompobulu, Kabupaten Maros KH Amirullah Amri dalam Program Syiar Ramadhan yang disiarkan di YouTube Tribun Timur, Selasa (12/3/2024). KH Amirullah Amri jelaskan tentang hukum berhubungan suami iatri atau bersetubuh di bulan ramadhan. 

Lantas bagaimana dengan sahur?

Dikatakan, sahur adalah sunnahnya puasa.

Seandainya ada yang tidak sahur tetap sah puasanya.

KH Amirullah Amri lantas memberikan penjelasan terkait konsekuensi bersetubuh atau melakukan hubungan suami istri di bulan ramadhan.

Penjelasan ini terkait pertanyaan ibu-ibu yang berhubungan badan di malam hari namun belum sempat mandi junub lalu imsak.

Apakah diteruskan puasa atau tidak?

KH Amrilullah Amri menjawab hal itu tidak mengapa.

Masih kondisi junub lewat imsak, tidaklah mengapa.

Baca juga: Lupa Baca Niat Apakah Puasa Ramadhan Tetap Sah? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Hukumnya

"Yang jadi masalah ketika pasutri melakukan itu sementara sudah imsak. Ketika mereka meneruskan perbuatannya maka dikenakan kafarat/denda," tegasnya.

Jika hubungan badan sengaja dilakukan saat puasa, maka wajib hukumnya untuk membayar denda.

Ada tiga tingkatan denda yang dikenakan bagi orang yang melanggar.

Pertama, menggantikan puasa di luar ramadhan selama dua bulan berturut-turut.

"Yang ganti hanya suami, istri tidak," ujarnya.

Kedua, memerdekakan budak.

Ketiga, memberikan makan fakir miskin 60 orang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved