Opini
Rasulullah: Pemimpin Itu Pengembala
Mayoritas ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa tidak ada sistem pemilihan pemimpin negara bersifat mutlak dan baku.
Bahkan penggembala tidak akan pernah mau memakan sendiri kambing gembalaannya.
Maka pemimpin yang berkarakter penggembala memberikan hak rakyat seluruhnya dan seluasnya, tidak di’sunat’, dikorupsi dan dipolitisasi.
Dia paham mana hak rakyat, mana hak untuk dirinya selaku pemimpin dan mana haknya sebagai person individu.
Hak untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi tidak diberagus atas nama undang-undang. Hak untuk mendapatkan keadilan di depan hukum dijamin dan dikawal hingga tidak ada rakyat kecil yang tercederai saat bersengketa elit penguasa atau aparat hukum itu sendiri.
Jika tidak, pemimpin seperti ini sebenarnya bukan penggembala rakyat, tetapi pembegal rakyat.
Idealnya, setiap calon pemimpin dan calon legislatif diuji dulu dengan menggembala kambing selama enam bulan, sebagaimana para rasul menggembala kambing sebelum diutus berdakwah dan memimpin kaumnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Afifuddin-Harisah988.jpg)