Opini
Adab, Ilmu, dan Iman
Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
Belajarlah pada mereka, ambil adab, akhlak, dan petunjuk mereka. Sebab, hal itu lebih aku cintai pada dirimu daripada banyaknya hadis yang engkau peroleh, (Yā Bunayya, Ishab al-fuqahā wa al-ulamā wa ta’allam minhum wa khuz adabahum, fainna dzalik ahabbu ilayya min katsīr min al-hadīts). (Syamsuddin, 1981: 62).
Ibnu Mubarak berkata, Kami lebih butuh banyak adab daripada banyak hadis. Sedangkan Zakaria Al-Anbari berkata, Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar.
Sedangkan adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad.
Demikianlah posisi adab dalam Islam dan sekaligus dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka seharusnya segenap tujuan pendidikan, program, proses hingga evaluasi tidak boleh terlepas dari adab yang terintegrasi dengan ilmu, iman dan amal, demikian pula dalam ranah ekonomi dan politik harus berlandaskan nilai-nilai adab, termasuk adab kepada lingkungan sekitar.
Dan semestinya, para pemimpin dan calon pemimpin, presiden dan calon presiden, wakil dan calon wakil presiden harus menjadi contoh nyata dalam meangaplikasikan terminologi adab yang sarat dengan ilmu, iman, dan amal agar masyarakat Indonesia lebih mudah menemukan panutan dalam bernegara.
Dan pilihan yang tepat adalah calon pemimpin yang memiliki rekam ejejak ‘adil dan beradab bukan sebaliknya, zalim dan biadab’. Wallahu A’lam!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Ilham-Kadir-MA-Dosen-Universitas-Muhammadiyah-Enrekang-3.jpg)