Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Catatan Pelantikan PP Sulsel: Menegaskan Abadi, Mengantar Menuju Keabadian

Ratusan bahkan ribuan orang berkumpul penuh hikmat dalam sebuah acara pelantikan Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Anshar Aminullah  (Wakil Ketua Dewan Pakar Pemuda Pancasila Sulsel)  

Gelar ini acapkali tidak paralel dengan kekuatan mental dan kebaikan moral seseorang. Pun demikian dengan seseorang yang bertahun-tahun mempelajari mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan tidak dijamin memiliki keberanian mental untuk mengemukakan bahwa sesuatu itu benar ataupun salah. 

Dalam perjalanannya, pengalaman hidup seorang St. Diza Rasyid Ali  memegang peranan penting dalam mengubah nilai-nilai kepercayaan dan sikap ribuan kader di organisasi ini sehingga membentuk pola perilakunya khususnya dalam menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Namun St Diza tetaplah seorang St. Diza. Tegarnya dalam melantik dan mengukuhkan para kader tetap saja tak sanggup menyembunyikan kesedihan di raut wajahnya. Sejam setelah jatuh tak berdayanya sahabatnya itu, kematian akhirnya tetap menjemput. Dan kesedihan serta duka mendalam ini akan selalu membekas dalam jangka panjang. 

Pataka yang diterimanya menegaskan keabadian Pancasila dalam setiap ritme perjalanan organisasi. Pataka itu pula sekaligus menjadi ujung  duka dan kesedihan panjang bagi para kader. Memang tak ada yang keliru dengan kesedihan itu, sebab kesedihan merupakan tanda serta sugesti rasa dan berdaya. Kesedihan adalah masalah reaksi dari nurani.

Kesedihan juga menjadi kesempatan terbaik untuk menyentuh jiwa serta nurani kita sendiri atas kepergian seorang Gunung R Hutapea, dan mungkin ini seperti yang pernah digambarkan oleh mendiang Ahyar Anwar atas

Sebuah pesan kecil yang seperti yang tak langsung dititipkan seorang Gunung R Hutapea sesaat sebelum kematian menjemputnya, bahwa "janganlah menangis karena aku tiada, karena kebenaranku ada pada jiwamu. Menangislah karena airmataku mengalir di matamu"

RIP Abang Gunung R Hutapea.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved