Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Refleksi 107 Tahun PSM: Hanya ‘Nyaris’, Belum Pernah Degradasi

Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang pun menyerah tanpa syarat dan Indonesia pun merdeka dua hari kemudian, 17 Agustus 1945. 

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
M Dahlan Abubakar, Dosen Tidak Tetap Unhas 

Pada turnamen Jusuf Cup yang dilaksanakan di Stadion Mattoanging (almarhum), PSM mengukir prestasi 7 kali juara (1965,1967, 1975, 1978, 1980, 1984, dan 1999). Pada tahun 1974, PSM tampil sebagai juara Soeharto Cup pada era Ronny Pattinasarany, Anwar Ramang dkk. 

Untuk pertandingan lokal Habibie Cup yang dilaksanakan di Parepare, PSM empat kali menyabet juara (1993,1995, 1996, dan 1997). Pada tahun 2019, PSM meraih  Piala Indonesia dalam pertandingan final yang menentukan di Mattoanging.

Untuk kompetisi internasional berskala Asia dan ASEAN, pada tahun 2000-2001, PSM mampu mencapai perempat final Liga Champion Asian Footbal Federation (AFC), Semifinalis AFC Cup 2019 Zona ASEAN dan 2022. Jauh pada tahun 1996, PSM tampil sebagai runner up Turnamen Bangabandhu Cup di Bangladesh, setelah kalah atas Malaysia 3-4 di final. 

Hari ini, PSM genap 107 tahun. Yang saya tulis ini hanya secuil kisah klub kebanggaan kita ini.  Kisah lengkap ada di buku setebal 694 halaman yang saya tulis bersama Andi Widya Syadzwina tahun 2020 berjudul “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah”.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved