Opini Tribun Timur
Kinerja serta Prospek Ekonomi dan Keuangan Syariah di Pusaran Krisis
Target utamanya, agar peran ekonomi syariah dapat membantu pemulihan perekonomian nasional, selain target untuk mendorong proses inklusi ekonomi
Berdasarkan hasil kajian Majalah Info Bank, edisi Agustus 2022 mencatat, hingga Juni 2022, BUS yang full syariah berjumlah 12 bank dan bank umum yang mempunyai Unit Usaha Syariah (UUS) berjumlah 22 bank dengan total asset Rp 669.006 miliar atau bertumbuh 12,63 persen.
Sedangkan BPRS berjumlah 165 bank dengan asset Rp 17.288 miliar dan tumbuh 15.97 % .
Sehingga total keduanya berjumlah 177 bank dengan asset Rp 686.294 miliar dan pertumbuhan 12,71 % . Dengan demikian, berarti share peran BUS dalam sistem keuangan syariah di Indonesia mencapai 81,57 % sedangkan UUS hanya 2,11 % .
Kemudian IKNB Syariah (IKNBS), terdiri dari delapan jenis lembaga, antara lain: Perusahaan Asuransi Syariah (PAS), Perusahaan Pembiayaan Syariah.
Perusahaan Modal Ventura Syariah (PMVS), Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Syariah, Dana Pensiun Syariah, Lembaga Jasa Keuangan khusus Syariah, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), dan Fintech Syariah (FS).
Jumlah keseluruhan IKNBS mencapai 298 lembaga yang full Syariah dan UUS mencapai 114 lembaga. Dimana yang terbanyak adalah LKMS berjumlah 81, semuanya sebagai LKMS full syariah, tetapi hanya mempunyai asset Rp 565 miliar atau dengan share hanya 0,02
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengamat-ekonomi-sulsel-prof-marsuki-dea-412021.jpg)