Opini
Tragedi Kanjuruhan Paling Mematikan di Indonesia
Tragedi yang terjadi pada Derby Jawa Timur itu disebut-sebut menimbulkan korban jiwa kedua terbanyak sepanjang sejarah insiden sepak bola di dunia.
Dari puluhan ribu orang yang bergegas keluar, 126 orang tewas dalam kekacauan tersebut. Ini menjadi salah satu bencana sepak bola terburuk di Afrika.
Di Pantai Gading, Maret 2009, sedikitnya 19 orang meregang nyawa dalam penyerbuan di stadion Felix Houphouet-Boigny Abidjan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Malawi.
Sedangkan di Mesir pada Februari 2012 terjadi Kerusuhan suporter di akhir pertandingan di kota Port Said ketika tim lokal al-Masry mengalahkan Al Ahli, salah satu klub tersukses Mesir, 3-1. Sedikitnya 73 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
Berita musibah di Kanjuruhan Malang membuka mata kita, betapa penonton sepak bola tanah air belum dewasa menjadi pendukung tim kesayangannya masing-masing.
Musibah demi musibah sangat kontradiktif dengan prestasi olehraga Indonesia yang belum menggembirakan, terkecuali tim nasional asuhan Shin Tae Yong yang berjaya menuju final Piala Asia tahun depan.
Kejadian Kanjuruhan Malang selain membuat dada kita sesak bahwa menonton langsung pertandingan sepak bola di lapangan hijau di Indonesia menjadi sangat mengerikan dan tidak aman.
Selain itu, “keseruan” berita Kanjuruhan diharapkan tidak membuat publik tanah air lupa akan kasus “Duren Tiga” dan “Magelang”.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Dahlan-Abubakar-Dosen-Tidak-Tetap-Unhas-0905.jpg)