Opini
Tragedi Kanjuruhan Paling Mematikan di Indonesia
Tragedi yang terjadi pada Derby Jawa Timur itu disebut-sebut menimbulkan korban jiwa kedua terbanyak sepanjang sejarah insiden sepak bola di dunia.
Pada bulan Mei 1985 di Inggris, setidaknya 56 orang meninggal dan 200 orang lebih luka-luka saat kebakaran terjadi di tribun stadion Bradford, tempat pertandingan berlangsung. Tidak dijelaskan nama tim yang bertanding.
Peristiwa kerusuhan Mei 1985 di Belgia tidak akan pernah dilupakan orang, ketika Juventus berhadapan dengan Liverpool yang menyebabkan 35 orang, yang sebagian besar orang Italia, tewas dalam kerusuhan pertandingan Piala Eropa itu.
Musibah ini terkenal dengan Tragedi Heysel di Brussels, saat Juventus menang 1-0 atas lawannya.
Yang terjadi Maret 1988 di Nepal bukan karena kerusuhan di antara para suporter, melainkan gara-gara penonton yang melarikan diri karena serangan hujan es.
Sekitar 30 ribu orang menonton pertandingan Nepal melawan Bangladesh saat itu. Setidaknya 93 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka saat penggemar berusaha melarikan diri dari hujan es.
Saat pertandingan semi final Piala FA 15 April 1989 di Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest lagi-lagi terjadi musibah.
Pemicunya, musibah yang fatal itu terjadi pada pertandingan yang diadakan di Stadion Hillsborough di Sheffield ketika kerumunan masa merangsek penggemar yang memadati penghalang di tribun yang dialokasikan untuk pendukung Liverpool.
Banyak korban yang tewas saat berdiri dan lapangan sepak bola seketika menjadi rumah sakit darurat.
Total 97 korban jiwa dan 766 cedera dilaporkan akibat dari tragedi Hillsborough ini. Kejadian ini menjadi kasus terburuk dalam sejarah olahraga Inggris.
Yang terjadi Januari 1991 di Afrika Selatan malah sangat keterlaluan. Sebanyak 42 orang tewas terinjak selama pertandingan pramusim di kota pertambangan Orkney antara Kaizer Chiefs dan Orlando Pirates, ketika penggemar Pirates tiba-tiba saja tanpa penyebab yang jelas menyerang pendukung Chiefs di kerumunan dengan pisau.
Sebelum pertandingan French Cup di mulai Mei 1992 di Perancis, antara Bastia melawan Olympique Marseille di Corsia, tribun Stadion Furiani runtuh. Sebanyak 18 orang tewas dan 2.400 lainnya luka-luka.
Sebanyak 80 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka ketika Oktober 1996 di Guatemala ketika terjadi longsoran suporter yang jatuh dari kursi dan tangga pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.
Tiket palsu dilaporkan menarik lebih banyak orang ke stadion dari kapasitas yang bisa ditampung.
Di Afrika Selatan April 2001 dilaporkan sedikitnya 43 orang tewas terlindas ketika penonton sepak bola mencoba memaksa masuk ke stadion besar Ellis Park di Johannesburg pada pertandingan liga papan atas Afrika Selatan.
Sementara di Ghana Mei 2001 pada akhir pertandingan antara Hearts of Oak dan Asante Kotoko, polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter yang mengobrak-abrik kursi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Dahlan-Abubakar-Dosen-Tidak-Tetap-Unhas-0905.jpg)