Headline Tribun Timur

Kombes Budhi: Kalau Masih Ada Warga Merasa Belum Aman, Saya Sangat Ingin Sekali Bertemu!

Peluncuran Batalyon mendapat restu Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto

Tribun Timur
Tangkapan layar Ngobrol Virtual Tribun Timur Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, Selasa (13/9/2022). Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, pun angkat bicara mengenai penggerebekan Batalyon 120. Dirinya menyalahkan anggota kepolisian Polda Sulsel setelah melakukan penggeledahan di wilayah kuasa hukumnya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Batalyon 120 Makassar diluncurkan di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (14/3/2022).

Peluncuran mendapat restu Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto. Keduanya hadir saat launching.

Namun, warga Makassar dihebohkan dengan penggeledahan Markas Batalyon 120, di Jl Korban 40.000 Jiwa.

Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah senjata tajam dan puluhan botol minuman keras.

Tidak hanya itu, sebanyak 45 pemuda dan tiga perempuan turut digelandang ke Mapolsek Tallo.

Tribun mendapat kesempatan melakukan wawancara khusus dengan pemberi restu berdirinya Markas Batalyon 120, membahas proses pembentukan Batalyon 120 hingga digerebek polisi.

Berikut petikan wawancara lengkap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto bersama Host Tribun Timur, Kinan Aulia.

Bagaimana proses pembentukan Batalyon 120?

Sebenarnya tadi sudah dijelaskan tadi jam 11.00 Wita ada rilis. Di sana ada Pak wali kota, ada Pak ketua DPRD, dan Bu Kejari. Kalau berbicara pembentukan Batalyon 120, pertama kali saya berdinas di sini, di bulan Januari.
Saya melihat banyak fenomena tawuran, banyak perang antar kelompok di mana-mana. Hampir terjadi setiap kali.

Dari kejadian ini, kalau kita terus-terusan ada perang kelompok. Kita seperti semprot nyamuk. Disemprot besok ada lagi. Kita punya ide, anak-anak pelaku kriminal, kita wadahi dan kumpulkan jadi satu.

Sebelum saya melakukan itu, saya komunikasi sama Pak Dandim, Pak Wali Kota, dan Pak ketua DPRD. Kami ajak ngoborol, gimana cara mengatasi tawuran seperti ini bagaimana. Muncullah ide, membutuat wadah, kenapa namanya Batalyon supaya mereka bangga 120, kita pertemukan mereka di bulan Januari tanggal 20.

Namun karena kejadian kemarin, nama Batalyon mungkin tidak cocok. Nanti kita bikin kerukunan atau peguyuban. Jadi kalau kita bicara penangkapan, saya terangkan itu tidak ada penangkapan.

Kenapa Iptu Faisal Dicopot?

Ada dua pertanyaan penting dalam peristiwa kemarin itu. Kenapa ada peristiwa pidana kenapa pelakunya tidak diproses? Kemudian yang kedua, kenapa seorang kanit serse berprestasi yang berprestasi menangkap justru diganti? Itukan pertanyaan beredar.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved