Headline Tribun Timur

Kombes Budhi: Kalau Masih Ada Warga Merasa Belum Aman, Saya Sangat Ingin Sekali Bertemu!

Peluncuran Batalyon mendapat restu Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto

Tribun Timur
Tangkapan layar Ngobrol Virtual Tribun Timur Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, Selasa (13/9/2022). Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, pun angkat bicara mengenai penggerebekan Batalyon 120. Dirinya menyalahkan anggota kepolisian Polda Sulsel setelah melakukan penggeledahan di wilayah kuasa hukumnya. 

Polda dalam hal ini Direktur Sabhara, setelah kami konfirmasi malah tidak tahu. Nah, inilah yang masih didalami propam.

Petugas patroli Polda itu apakah sudah sesuai dengan SOP. Seharusnya mereka yang bantu itu berkoordinasi dengan kita, karena kita yang punya wilayah. Bukan jalan-jalan sendiri.

Kedua, kalau namanya penggeledahan, diaturan itu wajib didampingi ketua lingkungan dalam hal ini RT dan RW. Tapi hari ini, faktanya apa? petugas dari Polda melakukan upaya paksa tindakan kepolisian tidak didampingi oleh kepala lingkungan setempat.

Bagaimana restorative justice yang Anda terapkan dalam pembebasan Batalyon 120?

Kita bicara tentang tugas pokok polisi ada tiga yah. Pertama harkamtibnas, itu perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penegakan hukum, kita punya RJ itu diatur dalam perkap no 8 tahun 2021. Kita bisa menyelesaikan permaslahan hukum ketika syarat sudah terpenuhi. Syarat uatama ketika mereka sudah mengakui permasalahan mereka untuk kenijakan RJ.

Terkait peristiwa kemarin, itu bukan RJ, wong itu bukan peristiwa pidana. Kalau dibilang penangkapan, itu bukan penangkapan. Itu mengamankan, yang menjadi maslaah sekali lagi Kanit Serse yang tidak berani menyampaikan fakta hukum.

Apakah Anda pernah mendapat arahan pascaramai soal Batalyon 120, terkait pergantian Iptu Faisal?
Kalau Iptu Faisal inikan kewenangan saya. Kalau saya mau ganti poerangkat saya tidak perlu. Sudah kita ganti, nanti Faisal akan kita berikan tempat yang cocok. Apakah dia cocok jadi Kanit Serse atau Kapolsek itu nanti. Sementara kita istirahtakan untuk menunggu tetap yang cocok.

Bagaimana kebijakan Kapolrestabes mengenai ormas Batalyon 120 ini?

Ormas ini menurut saya, sudah cukup bagus. Cuman kalau butuh evaluasi, iya. Dan saya butuh masukan dari masyarakat. tentunya saya akan rapatkan tindakan forkompinda.

Sekali lagi, soal Iptu Faisal, itu tidak melakukan penggerebekan, itu tidak. Itu Faisal dipanggil sama Polda setelah kejadian.

Jadi anggapan masyarakat, kenapa ini orang berprestasi kok dicopot Kapolres? Tadi Faisal sudah jelaskan sendiri, dia datang ke TKP setelah Polda sudah manakan di situ.

Yang tidak profesional dari Faisal itu, dia kan tahu kalau di situ tempat berkumpulnya anak-anak pelaku kriminal, harusnya berani menerangkan kepada Polda, bukan diam. Ini yang kita sayangkan. Sehingga beritanya blunder.
Pengganti Faisal sudah ada untuk sementara, ini saya sudah tanda tangani. Kami masih mencari di mana tempat yang cocok untuk Iptu Faisal

Bagaimana kekerasan jalanan, Apa solusinya?

Jadi begini, jumlah polisi yang ada di Polrestabes Makassar ini, kalau dibilang kutang itu sangat kurang. Maka, kita perlu perkuatkan masyarakat untuk membantu kita soal harkamtibmas.

Masyarakat yang dimusuhi, itu siapa? ya pelaku kriminal ini. Kemudian setelah dibentuk ini menyelesaikan masalah? nggak. Kita butuh lagi kekuatan warga. Saya sudah lima bulan ini mengadakan lomba harkamtibmas.
Saya juga menempatkan banyak pos jaga, untuk harkamtibmas. Cukup meja kursi, jagain kampungnya. Itu yang sudah saya lakukan selama lima bulan ini.

Jadi instrumen yang saya bentuk ini harus berkolaborasi. Wadah pertama ormas, kemudian pos harkamtibmas, kemudian patroli. ini tiga instrumen yang saya lakukan.

Bagaimana tingkat efektivitas instrumen itu sendiri menurut pak Budi?

Semakin hari semakin bagus. Bisa dilihat dari data kecuali ada perkara pribadi yah, itu di luar kemampuan kita. Tetapi kejahatan sperti pencurian, peperangan, dan busr-busuran itu turun drastis.

Apa dasar hukum mereka bisa mengamankan sajam?

Bukan mengamankan, jadi gini. ketika kita mencari solusi, kita harus cari frekuensi yang sama. Nah inilah yang mempengaruhi mereka.

Mantan pelaku yang sudah sadar akan lebih mudah mengajak untuk pelaku yang masih aktif. Ini pendakatan emosinonal. Sehingga mereka bisa menyerahkan secara sukarela.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved