Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sampah

Sampah di Desa Kampala Mulai Menggunung, Warga: Tanaman Kami Terganggu

Mereka melakukan aksi protes disebabkan sampah yang berada di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak terkelola dengan baik.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Sinjai
Truk-truk sampah diparkir di pinggir jalan tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampala, Kabupaten Sinjai, Senin (22/6/2022). Warga di Desa Kampala protes lantaran pengelolaan sampah di desa mereka dianggap kurang maksimal karena mengganggu aktivitas warga 

"Lokasi itu sudah tak layak, Pemkab bersama DPRD Sinjai perlu mencari solusi agar tidak menjadi permasalahan besar di kemudian hari," kata Ashari.

Sampah rumah tangga terus meningkat setiap harinya di Kabupaten Sinjai.

Belum lagi sampah rumah tangga yang dihambur di drainase dan di pinggir jalan hampir di seluruh kecamatan.

Ashari menegaskan bahwa cita-cita Sinjai menargetkan Sinjai Bebas Sampah 2023 bakal hanya mimpi jika pengelolaan buruk.

Terpisah pihak Dinas Lingkungan Hidup Sinjai, Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Sinjai menyampaikan, lokasi TPA hanya mampu menampung sampah kurang dari satu tahun dari tahun November tahun 2021.

Jumlah sampah masyarakat Sinjai rata-rata 20 ton per hari.

"Sebetulnya sejak tahun 2018 lalu kita sudah usul untuk disiapkan lahan baru TPA," kata Sekretaris DLHK Evikasim Noor,

Hanya saja karena Sinjai mengalami keterbatasan anggaran sejak dua tahun terakhir ini sehingga usulan itu belum terpenuhi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved