Pertambangan

Kejati Sulsel Diminta Periksa PT Panca Digital Solution, Perusahaan: Aturan Mana yang Dilanggar

PT PDS salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Lampia, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulsel.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Muh. Irham
ist
Ore PT PDS tertampung di Pelabuhan Waru-waru, Kecamatan Malili, belum lama ini. 

MALILI, TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Biro Koordinator Supervisi Pencegahan Korupsi (Kopsurgah) Laskar Merah Putih Markas Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Akram Junaid, menilai ada dugaan tindak pidana yang dilakukan PT Panca Digital Solution (PDS).

PT PDS salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Lampia, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulsel.

Menurut Akram, PT PDS memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan izin produksi laterit besi.

"Namun fakta yang terjadi di lapangan ternyata perusahaan tersebut mengirim ore nikel ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan," kata Akram dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

Akram mengklaim, pengiriman ore ke Bantaeng sudah sejak lama.

"Hal ini dilakukan oleh PT PDS Luwu Timur sudah sejak lama, tepat pada tahun 2019 silam sampai dengan sekarang," imbuh Akram.

Ia mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh PT PDS diduga dan dinilai melanggar tindak pidana, yang berujung merugikan negara.

"Karena apa yang dilakukan PT PDS sangatlah tidak sesuai dengan apa yang ada dalam dokumen IUP PT PDS,"

"Kami punya data itu," kata Akram.

Akram yang juga Advokat ini, mengatakan seharusnya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Provinsi Sulsel atau bila perlu pemerintah pusat harus menghentikan produksi tambang PT PDS.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved