Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Sri Wahyu Nengsih

Fenomena Citayam Fashion Week: Haus Perhatian?

fenomena Citayam Fashion Week yang menarik berbagai macam kalangan dari masyarakat biasa, selebritis hingga politisi.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini Tribun Timur berjudul Fenomena Citayam Fashion Week: Haus Perhatian? 

Positif negatifnya konsep diri akan bergantung pada sukses tidaknya remaja dalam area yang mereka anggap penting dan pendapat orang tentang dirinya. Penerimaan orang lain dan kesuksesan remaja yang akan memperkuat konsep diri dan harga dirinya.

Misalnya dalam fenomena CFW remaja yang viral tersebut tentunya berusaha menampilkan yang terbaik di ranah publik dengan fashion item terbaik dan terbaik di mata orang lain (versi subjektif remaja tersebut), lalu menjadi sebuah citra diri, kemudian di-upload di social media dan Bum! Viral! Saat viral tidak hanya memperoleh popularitas tapi juga sukses secara financial karena anak muda Citayam ini sadar akan nilai ekonomi dirinya.

Pada akhirnya mereka membuka diri pada endorcement, undangan podcast, collab, dan undangan wawancara lainnya.

Termasuk berjalan di zebra cross atau “catwalk” bersama influencer, public figure dan tokoh besar lainnya.

Dalam teori Sociometer-nya Mark Leary, penghayatan akan diri yang sukses dan populer mendongkrak self esteem atau penghargaan terhadap dirinya. Sebuah penghayatan saat individu merasa dirinya menarik dan disukai.

Termasuk mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam berbagai situasi.

Dampak berbeda akan remaja ini alami jika gagal dalam proses tersebut. Seperti penelitian Curran & Hill yang dimuat di Psychological Bulletin tahun 2019 yang menunjukkan bahwa remaja usia kuliah di AS, Inggris, dan Kanada cenderung semakin perfeksionis dan terkadang mematok standar yang tidak realistis untuk dirinya sendiri.

Kondisi seperti ini rentan membuat remaja memiliki konsep diri negatif dan terjerumus ke dalam perilaku beresiko.

Apalagi jika orang tua, guru atau orang dewasa di sekitarnya tidak segera menyadarkan mereka bahwa dirinya berarti.

Konsep diri berkaitan erat dengan seberapa baik seorang remaja mengenal dirinya.

Oleh karena itu jika remaja tidak tahu siapa dirinya maka akan berusaha mencari identitas diri dengan cara mencoba berbagai hal.

Jika lingkungan pertemanannya dekat dengan perilaku beresiko maka remaja akan mudah terbawa arus mengingat penerimaan dari teman sebaya merupakan hal yang penting dalam hidup remaja.

Termasuk remaja Citayam Fashion Week ini, umbar aurat, laki-laki bergaya perempuan, ciuman, pelukan dengan lawan jenis dan berbagai macam potret ‘negatif’ini merupakan citra remaja ‘keren’ yang ditunjukkan media sehingga menarik pencarian jati diri remaja.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved