Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Kolong

Dalam konteks pemukiman orang-orang Sulawesi Selatan, dulu dan kini rumah panggung menjadi karakter tersendiri dalam pranata sosialnya.

Editor: Muh Hasim Arfah
dok Bawaslu Gowa
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Gowa, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Juanto. 

Cilakanya, hal itu malah jadi rebutan sebagai ruang berteduh dari ketiak penguasa, berlindung dari sanksi hukum dan teriknya kritik, pedihnya hujan kesenjangan sosial dari kejamnya ibu kota.

Konon, mereka yang berkolong di jembatan kekuasaan tak segan menindas yang lemah. Mereka tega pada kaum urban pinggiran dan miskin kota.

Dua gambaran kolong sosial diatas sama-sama ruang sosio-demokrasi.

Ia selalu digandrungi dengan porsinya masing-masing, entah dengan suara yang suci atau kotor. Namun yang pasti laku politik tetap menilainya sebagai lumbung perebutan (jalan) kekuasaan.

Hanya saja pembeda keduanya, satu diaktori oleh "makelar politik" lancung, lainnya dilakoni "rentenir politik" paceklik, mencekik dimusim gersang.

Semoga proses demokratisasi dimasa mendatang, rakyat penuh harap, lahirnya praktek politik sehat.

Sehingga para aktor tidak disorientasi ditampuk kekuasaan. Ia musti sadar asal-usulnya dan berperan objektif memberi ruang-ruang kesejahteraan, rasa aman, laku adil sebagai kolong sosial bersama mendorong peningkatkan harkat dan martabat rakyat.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved