Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Reuni

Kemenangan sebenarnya tak pernah terhenti usai Lebaran. Kemenangan itu bukan hanya sehari.

Editor: Sudirman
abdul karim
Abdul Karim, Majelis Demokrasi & Humaniora 

Ada juga yang hadir dengan kendaraan mewahnya, ada yang hadir dengan mobil cicilannya. Namun, sekian banyak yang hadir tanpa kendaraan pribadi.

Tetapi ada pula pembeda lain. Pada reuni, ada yang datang dengan lipstik mahal, ada yang datang dengan lipstik kelas pasar lapak PKL.

Ada yang datang dengan glowing menyilaukan--seekor lalatpun terpeleset saat hinggap dipipinya.

Ada pula yang datang dengan kawat gigi mencolok. Belum lagi dengan alis lukis beragam; mulai gaya minimalis ala Korea, hingga gaya alis tebal setebal cicak ala Arabia.

Ada pula yang hadir dengan bulu mata palsu, namun begitu lentik bak artis Bollywood India.

Konon, bulu mata jenis ini dipasang berjam-jam disalon kecantikan jauh hari sebelum reuni digelar.

Begitulah reuni, ia membentuk utopianya sendiri, menyeret kita menuju sebuah imaji tentang masa lalu yang utuh, memukau, dan menerbitkan rindu.

Tapi reuni tak kuasa menangkap masa lalu sebagaimana adanya. Masa lalu senantiasa gagal kita ketahui kembali dengan persis.

Di situ, reuni menjadi sesuatu yang terbatas--walau digelar dilapangan luas atau hotel berkelas.

Dan begitulah reuni. Ia sebenarnya bisa dikata sebagai wujud kemenangan meriah.

Ia memperjumpakan orang-orang beragam kasta dan tahta yang sekian lama terpisah tak bersua.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved