Opini
Demonstrasi 11 April 2022, Pesan Sejarah Gerakan Mahasiswa
Ribuan pahlawan yang telah gugur menumpahkan darah dan nyawa. HOS Tjokroaminoto, Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Jenderal Soedirman, Muhammad
Namun yang menarik adalah munculnya aksi diam dari tokoh-tokoh Reformasi 98.
Ke mana mereka yang dulu menyuarakan hal yang sama.
Ke mana mereka yang telah mengisi pengkaderan mahasiswa dengan idealisme, antitirani, pro demokrasi.
Ke mana mereka yang seharusnya memiliki titisan sejarah dan sikap terhadap agenda-agenda Reformasi 98.
Sudah sangat sulit menemukan tokoh seperti Bung Hatta yang memiliki integritas dan idealisme untuk bangsa ini.
Hatta telah memberikan tauladan yang baik. Ketika telah mundur dan pensiun dari jabatan wakil presiden dan menerima tawaran menjadi komisaris perusahaan, maka dengan tegas dia menolak.
Bahkan dalam masa-masa setelah itu seorang Hatta menjalani hidup sangat sederhana.
Namun, kini yang sering kita saksikan adalah sebagian di antara mereka yang katanya sedang mengisi kemerdekaan sejatinya hanya bagi-bagi kekuasaan, korupsi dan merampok uang negara, melupakan rasa keadilan bagi rakyat yang seharusnya mereka perjuangkan.
Bahkan beberapa diantara mereka yang sangat idealis dan garang pada saat mahasiswa terkesan "nyinyir",
Hal seperti ini tentu akan diuji oleh sejarah, untuk mereka yang mantan aktivis sejauh mana integritas itu melekat dalam dirinya, dan juga sekaligus pesan untuk mereka para mahasiswa bahwa kelak di kemudian hari anda semua akan diuji oleh godaan yang sama.
Kesadaran dan pemihakan terhadap kebenaran yang anda tanamkan ketika mahasiswa akan diuji oleh waktu.
Apakah suatu saat ketika anda berada dilingkar kuasa tetap seperti dulu atau mengikuti jejak sebagian di antara mereka sebagai mantan aktivis yang mengkhianati bangsanya sendiri.(*)