Opini
Demonstrasi 11 April 2022, Pesan Sejarah Gerakan Mahasiswa
Ribuan pahlawan yang telah gugur menumpahkan darah dan nyawa. HOS Tjokroaminoto, Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Jenderal Soedirman, Muhammad
Bagaimanapun paradoksnya sebuah gerakan mahasiswa dan kemungkinanya untuk dimanfaatkan oleh kepentingan kuasa tertentu.
Tapi yang pasti suara-suara keadilan yang mereka perjuangkan disadari atau tidak telah mewakili sebuah gagasan untuk kembali kepada keberpihakan terhadap keadilan.
Keadilan tidak bisa dijawab oleh data statistik keberhasilan pemerintah, rencana dan kampanye serta ambisi pembangunan.
Tapi keadilan hadir dalam intuisi publik ketika harga bahan pokok terjangkau, rakyat hidup secara tenteram dan damai, tidak ada diskriminasi hukum dan HAM, para koruptor ditangkap semu dan para pemimpin di negeri menjadi contoh dan panutan masyarakat.
Ketika terjadi konflik dan perbedaan gagasan termasuk menguatnya politik identitas yang mencabik rasa Nasionalisme selama ini, maka para tokoh bangsa ini hadir sebagai pemersatu secara menyejukkan.
Demonstrasi pada 11 April 2022 kemarin adalah sebuah pertanda bahwa sejarah pergerakan mahasiswa akan senantiasa abadi sebagai "moral force".
Bahkan dalam era sekarang perlawanan dapat menjelma dalam berbagai bentuk.
Inspirasi sebuah gerakan massa seperti Arab Spring adalah fenomena yang tak dapat diprediksi.
Bahkan jatuhnya sebuah rezim dapat terjadi hanya karena hal-hal yang dianggap sepele.
Gagasan haus kuasa tiga periode presiden adalah sebuah pengkhianatan kepada rakyat.
Mereka lupa bahwa mahasiswa dan rakyat terus mengawasi, mereka akan mencatat lapor merah dan prestasi para anggota DPR, partai politik, menteri, dan pemimpin yang mereka pilih.
Pesan untuk mantan aktivis
Di media sosial, respon terhadap demonstrasi mahasiswa juga berbeda-beda.
Ada yang mendukung ada juga yang tidak.