OPINI
Santun Berbahasa Wujudkan Ketangguhan
Santun berbahasa menjadi poin penting dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
(Refleksi Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, 28 Oktober 2021) oleh Andi Sukri Syamsuri, Pemerhati Bahasa dan Sastra Indonesia yang juga Warek II Unismuh Makassar
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki sejarah cukup panjang pada proses perkembangan dan pengembangannya, baik lisan maupun tertulis.
Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu telah ada dan mengakar sejak zaman kerajaan di Nusantara ini.
Perkembangan yang relatif pesat terkait bahasa Indonesia baik pada bentuk lisan maupun tertulis sejak zaman penjajahan hingga zaman globalisasi sebagai bentuk kedinamisannya.
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yg sangat penting, seperti tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra & putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
Inilah alasan bulan Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan sastra.
Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan menjadi bahasa nasional dan bahasa persatuan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan bahasa-bahasa daerah dan bahasa asing di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Meskipun harapan kita, bahwa masyarakat Indonesia tetap mengutamakan bahasa Indonesia, menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah tanpa menghilangkan jati diri bangsa Indonesia.
Peran Bahasa Indonesia sangat vital bagi penuturnya, karena penggunaan bahasa Indonesia yang santun oleh seseorang menunjukkan kepribadian dan prilaku seseorang itu.
Ketangguhan pribadi seseorang dapat terwujud bila mampu berinteraksi antarindividu tengah komunitasnya.
Dengan interaksi antarindividu akan mampu mengembangkan konsep diri seseorang yang dapat mewujudkan ketangguhan pribadi.
Urgensi Kesantunan Berbahasa
santun berbahasa menjadi poin penting dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
Santun berbahasa merujuk kepada berbagai unsur bahasa seperti pilihan kata, nada kalimat, ungkapan, dan gaya bahasa.
Hal ini erat kaitannya dalam membentuk struktur kepribadian bangsa yang berbudaya, beradab, dan bermartabat.