Tribun Sulsel
Mendagri Tegur Sulsel karena Lelet Serap Anggaran Penanganan Covid-19, Termasuk Insentif Nakes
Ia sudah berkali-kali mengingatkan kepada pimpinan daerah untuk mempercepat serapan anggaran covid-19.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Sulkaf membeberkan nilainya sekitar Rp8 miliar lebih.
"Ada Rp 8 miliar lebih dari beberapa rumah sakit," ucapnya singkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbendaharaan Daerah Badan Aset dan Keuangan Daerah (BKAD) Sulsel, Salehuddin, menyampaikan, pihaknya belum menerima dokumen pembayaran atau surat perintah membayar (SPM) dari OPD terkait.
Jika ada, pihaknya akan segera melakukan verifikasi dokumen sebelum mentransfer ke rekening penerima atau nakes.
"Terakhir Dinas Kesehatan menyampaikan sedang memproses datanya, belum ada sampai di kami jadi belum bisa melakukan pembayaran," sebutnya.
Insentif nakes kata Salehuddin nilanya beragam, tergantung dari total jam kerja yang dikalkulasi selama satu bulan.
"Beda juga itu penghitungannya untuk tenaga ahli dan perawat," tutupnya.
Sekadar informasi, pada Juni lalu, Menteri Kesehatan menyoroti beberapa daerah yang rendah realisasi insentif nakesnya. Sulsel peringkat ketiga terendah setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Realisasi pencairan insentif nakes di Sulsel baru 2,36 persen atau Rp 6,6 miliar dari total Rp 280 miliar.(*)