Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PMI Sulsel

350 Calon PMI Sulsel Diedukasi Keuangan, Hindari Judol dan Pinjol  

Tampil beda, Marhaen Hardjo kenakan Passapu saat daftar calon Rektor Unhas. Didampingi 10 model, ia usung visi Unhas unggul dan mendunia.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/kaswadi anwar
KEUANGAN PMI - Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (Desk PPDN) Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam berfoto bersama calon PMI dan keluargaya di Nusantara Hall Rinra Hotel Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (28/8/2025). Deks PPDN beri edukasi keuangan kepada calon PMI. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -   Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (Desk PPDN) Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) edukasi literasi keuangan calon pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Literasi keuangan baik,  PMI mampu memaksimalkan hasil kerja di luar negeri serta mengurangi risiko finansial setelah kembali ke tanah air.

Acara ini dihadiri 350 calon PMI dan keluargaya di Nusantara Hall Rinra Hotel Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar,  Kamis (28/8/2025).

Hadir Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel) Sarjono Turin, Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Indra Hardiansyah, Asisten Deputi Organisasi Kemasyarakatan Kemeterian Koordinasi Politik Keamanan (Kemenko Polkam) Brigjen TNI Arudji Anwar.

Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Agus Salim, Kepala Bidang Keuangan Polda Sulsel Kombes Pol S Stanislaus Ferdinand Suwaji, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan (Disnakertrans) Sulsel Akhryanto, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Dharma Saputra  dan  Kepala Balai Besar Patihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar Laode Haji Palondu

Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel) Sarjono Turin mengatakan, Sulsel salah satu wilayah memiliki jumlah calon PMI cukup banyak.

Jumlah calon PMI Sulsel 1.000 per tahun.

Makanya, Deks PPDN menjadikan Sulsel sebagai tempat edukasi literasi keuangan calon PMI. 

Supaya mereka bisa memaksimalkan hasil kerjanya untuk kesejehtaraan dan membangun usaha.

"Memberikan edukasi agar mereka terhindar dari perilaku konsumtif, penipuan, pinjaman online, judi online, sehingga hasil kerja di luar negeri bisa dimangfaatkan untuk keluarga," katanya.

Sarjono melanjutkan,  PMI penyumbang devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas (Migas).

PMI pada 2024 menyumbang Rp 253,3 triliun dari remitansi.

PMI tersebar di berbagai negara, di antaranya Hongkomg 99.774 oramg, Taiwan 84.581 orang, Malaysia 51.723 orang dan Arab Saudi 7.759 orang.

Olehnya itu, pemerintah berusaha memaksimalkan Qris sebagai transaksi keuangan dalam menambah devisa.

Selama ini orang Indonesia memakai visa, kartu kredit produk Amerika Serikat untuk transaksi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved