Refleksi Ramadan 1442
Beginilah Puasa Ala Keluarga Nabi, Dipraktikkan Keluarga Ali ibn Abu Thalib dan Sayiidah Fatima
Mereka pun buka puasa hanya dengan air, kemudian mereka tidur. Dalam kondisi seperti itu, mereka memulai hari kedua puasa.
Meskipun keadaan fisik melemah tetapi secara spiritualitas, etika, dan kemanusiaan semakin meningkat.
Keluarga Nabi SAW juga menunjukkan komitmen pada janji dan sumpah.
Dalam kondisi sesulit apapun janji dan sumpah itu tetap dilaksanakan.
Seberapa sering kita menarik kembali kata-kata kita untuk alasan sepele dan mungkin juga konyol?
Berapa kali kita mengingkari janji karena tidak nyaman, atau tidak mendapatkan keuntungan pribadi dari janji tersebut.
Keluarga Nabi SAW menunjukkan bahwa bagaimanapun situasinya menarik ulang janji tidak dapat dibenarkan.
Hal istimewa pula pada perilaku Keluarga Nabi SAW adalah perbuatan baik atau memberikan pertolongan kepada orang lain tidak harus melihat latar belakang agama, suku dan status sosial apapun.
Seseorang dengan tulus meminta bantuan tidak boleh kita tolak, atau hak mereka dikomersialisasi jika kita ingin menyenangkan Tuhan dan melayani umat manusia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/supratman-unhas-april-2021.jpg)