Breaking News:

Klakson

Gus Dur

SATU di antara sekian banyak yang patut direplikasi dari seorang Gus Dur adalah cara ia menyiapkan diri muncul sebagai seorang politisi kebangsaan.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR
Abdul Karim, penulis dan pengamat demokrasi 

Pasca itu, ia lalu menempa dirinya sebagai intektual publik.

Pertengahan 1970-an tulisan-tulisannya mulai terbit secara teratur di majalah Tempo.

Di sini Gus Dur adalah penulis produktif sebelum berpolitik.

Gus Dur lalu masuk dalam lingkaran intelekual muda yang disegani saat itu, yakni, Lembaga Pengkajian Pengetahuan, Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial (LP3ES).

Di sana ia berjumpa sejumah intelektual tersohor, antara lain; Adi Sasono, Dawam Rahardjo, dan Aswab Mahasin.

Gus Dur lantas jadi salah satu kontributor tetap bagi jurnal Prisma terbitan LP3ES.

Prisma adalah sebuah jurnal intelektual-aktivis yang cukup populer saat itu.

Di situ pulalah Gus Dur semakin massif membangun hubungan dengan pesantren, khususnya di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ia bekerja di LP3ES dalam program pengembangan pesantren.

Di sini, Gus Dur melatih diri melayani ummat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved