Breaking News:

Klakson

Gus Dur

SATU di antara sekian banyak yang patut direplikasi dari seorang Gus Dur adalah cara ia menyiapkan diri muncul sebagai seorang politisi kebangsaan.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR
Abdul Karim, penulis dan pengamat demokrasi 

Apa bekal Gus Dur yang ia siapkan?

Bukan uang, bukan harta.

Tetapi kapasitas SDM nya ia siapkan dan tempa sepanjang waktu.

Di usia 22 tahun, Gus Dur menaruh minat pada masalah identitas umat Islam.

Karya-karya intelektual muslim modern –misal Sayyid Quthub, Sayyid Ramadhan, Hasan al-Banna, dan Ali Abdul Raziq dari Al-Azhar, Mesir– ia lahap.

Lalu ia mulai bergulat dengan tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles, serta pemikir-pemikir penting dari cendekiawan Islam abad pertengahan.

Gus Dur juga akrab dengan buku-buku para pemikir modern Barat.

Sebut saja mahakarya Karl Marx, Das Kapital; novel-novel William Faulkner; filsafat Plato, Thalles; Little Red Book karya Mao Zedong; dan What Is To Be Done nya Valdmir Lenin.

Gus Dur gemar pula membaca biografi tokoh-tokoh besar Amerika, utamanya Abraham Lincoln, Harry S Turman, dan Franklin D Roosevelt.

Dengan itu semua, kentara bila Gus Dur menyiapkan diri dengan matang sebelum ke politik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved