Polisi Ciduk Sindikat Pencuri NIK, Dipakai Bisnis Kartu Perdana

Kartu itu dipasarkan melalui media sosial, pembelinya dari berbagai daerah.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Mahyuddin
Ist
Polrestabes Makassar merilis penangkapan pelaku penjual kartu provider berbayar menggunakan NIK, dan KK secara legal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Personel Jatanras Polrestabes Makassar menyiduk lima penjual kartu perdana prabayar yang diregistrasi menggunakan nomor kartu keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik orang lain alias ilegal.

Pelaku masing-masing Edward Mangina alias Edo (47), warga Jl Sungai Saddang, Since Safitri (25) warga Jl Perum D Onyx Blok 10 Antang dan Hariyani (20). Mereka ditangkap di Jl Sungai Saddang Lama, Kota Makassar, Jumat (5/6/2020).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudiawan Wibisono mengatakan, pelaku melanggar aturan berdasarkan surat edaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) nomor 1 tahun 2018.

"Dan surat ketetapan BRTI nomor 3 tahun 2008 tentang larangan penggunaan data kependudukan tanpa hak atau melawan hukum untuk keperluan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi," jelasnya dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Polrestabes Makassar, Senin (8/6/2020).

24 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran 8 Juni, Begini Cara Daftar ke Portal SSCASN, Siapkan Nomor KTP

Yuk ke Gramedia, Ada Diskon Hingga 50 Persen Loh!

Ini Daftar Mobil Bekas Harga Rp 50 Jutaan di Tahun 2020, Kondisi Prima dan Irit Bensin

Dalam aksinya, pelaku membeli ribuan kartu prabayar dari penyedia layanan jasa telekomunukasi resmi maupun dari konter-konter.

Kartu itu kemudian didaftar menggunakan nomor KK dan NIK.

Kartu itu dipasarkan melalui media sosial. Pembelinya dari berbagai daerah.

Dari setiap kartu yang dijual, komplotan itu mendapatkan keuntungan minimal Rp10 ribu.

Polisi mengendus keterlibatan pegawai dari instansi penyedia layanan jasa identitas warga dengan sindikat tersebut.

"Jadi kelimanya memiliki peran masing-masing. Ada yang sebagai karyawan keuangan, bagian lapangan yang mencari data di kantor catatan sipil," ucap Yudiawan.

Sudah Tiga Jenazah PDP Corona Diambil Paksa, Sosiolog Minta Pemerintah Libatkan Tokoh Agama

Peringatan BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 2-4 Meter di Wilayah-wilayah Berikut, Selasa 9 Juni 2020

Kantor Lurah Maccini Gusung Dirusak, Camat Makassar: Pelakunya Puluhan Orang

Polisi juga masih mengembangkan soal NIK dan KK yang digunakan sindikat tersebut.

“Ini masih pengembangan. Kemungkinan ada tersangka lain,” tutur Yudiawan.

Sebanyak 37.200 kartu prabayar disita dari tangan kelima pelaku, 3.100 kartu di antaranya telah diregistrasi.

Polisi juga menyita 20 unit ponsel yang digunakan mendaftarkan kartu prabayar.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved