OPINI

Peran Strategis Mahasiswa Pertanian di Masa Pandemi Covid-19

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memprediksi terjadinya kelangkaan pangan yang berisiko menyebabkan krisis pangan yang meluas.

Dokumen Junaedi Tjanring
Junaedi Tjanring (Dosen Politani Negeri Pangkep dan BPW PISPI Sulsel) 

Oleh: Junaedi Tjanring
Dosen Politani Negeri Pangkep dan BPW PISPI Sulsel

Di tengah pandemi Covid-19, dunia global mengalami tantangan baru.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memprediksi terjadinya kelangkaan pangan yang berisiko menyebabkan krisis pangan yang meluas.

Kecuali jika tindakan diambil cepat untuk melindungi yang paling rentan, menjaga rantai pasokan pangan global tetap berjalan dan mengurangi dampak pandemi di seluruh sistem pangan.

Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian tetap optimis mampu menjamin ketersediaan pangan untuk beberapa bulan kedepan, syaratnya tentu saja petani harus tetap berproduksi.

Goodbye PSBB dan Turbulensi Normal Life

Pembangkangan Sosial Covid-19

Namun pada saat yang sama kita juga diperhadapkan pada tantangan dalam hal gangguan logistik, sebagai dampak diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan kemungkinan berkurangnya produksi komoditas bernilai tinggi (misalnya buah-buahan dan sayuran) karena gangguan cuaca.

Pandemi Covid-19 telah menunjukkan peran sentral sektor pertanian, khususnya para petani yang diharapkan untuk terus bekerja mendukung ketersediaan pangan dalam negeri.

Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan surat edaran Sekjen Kementerian Pertanian No. 1056/SE/RC tertanggal 10 Maret 2020 tentang strategi dalam pencegahan dan perlindungan Covid-19.

Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia.

Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved