Pembangunan Inklusi Bagi Disabilitas

Selain ketersediaan aspek infrastruktur sekolah yang ramah disabilitas, misalnya ketersediaan fasilitas ruang kelas dan fasilitas umum yang aksesibel

Pembangunan Inklusi Bagi Disabilitas
DOK
Asrul Sani SE, Staf Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar 

Oleh: Asrul Sani SE
Staf Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar

Diskursus tentang pembangunan inklusi akhir-akhir ini mulai ramai dibicarakan. Secara sederhana, pembangunan inklusi adalah sebuah ide, hal mana pelaksanaan pembangunan mesti dirasakan manfaatnya secara menyeluruh oleh masyarakat.

Bukan hanya itu, pembangunan inklusi adalah sebuah tatanan pembangunan yang dalam proses pelaksanaannya semua pihak harus terlibat secara aktif ada ruang kontribusi untuk menciptakan kesetaraan yang dilandasi pada penghormatan atas prinsip-prinsip hak asasi manusia. Yang terpenting adalah pembangunan inklusi selalu didorong pada upaya penataan pembangunan yang non-diskriminatif.

Munculnya gagasan pembangunan inklusi, merupakan bentuk negasi terhadap paradigma pembangunan yang sangat mekanistik (Cartesian). Disadari bahwa konsepsi pembangunan hari ini, masih sangat didominsi oleh cara berpikir Mekanistik, dimana pola pembangunan hanya terfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, dan cenderung abai pada persoalan pembangunan sosial. Disatu sisi, cara berpikir Mekanistik memang diakui dapat mempermudah dan mengefektifkan pekerjaan manusia, namun disisi lain ada aspek-aspek humanisme dan aspek ekologis yang terlupakan. Salah satu kritik terhadap paradigma pembagunan Mekanistik (Cartesian) pernah dilontarkan oleh (Fritjof Capra 1997) dalam bukunya berjudul Titik Balik Peradaban. Dalam buku tersebut diperkenalkan tentang paradigma Holistik yang merupakan paradigma baru yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kerusakan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan mekanistik.

Paradigma holistik dianggap mampu untuk menjawab sekaligus menjadi solusi terhadap berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Atas dasar paradigma holistik inilah, pembangunan inklusi dan atau pembangunan untuk semua sangat penting dan mendesak untuk diimplementasikan.
Dalam pembangunan inklusif, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Tapi pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan segalanya. Pertumbuhan ekonomi hanya menjadi sarana untuk mencapai tujuan kemakmuran masyarakat. Pertumbuhan ekonomi mestilah menjadi solusi untuk mengurai berbagai persoalan kemiskinan, ketimpangan, pemerataan, dan kesetaraan.

Prioritas Pembangunan Inklusi
Pada layanan dasar pendidikan, dibutuhkan kebijakan untuk memastikan jika program di sekolah inklusi terlaksana secara komprehensif. Secara teknis, selain ketersediaan aspek infrastruktur sekolah yang ramah disabilitas, misalnya ketersediaan fasilitas ruang kelas dan fasilitas umum yang aksesibel, juga pada ketersediaan kurikulum bahan ajar.

Termasuk metode pengajaran bagi guru sekolah yang harus memerhatikan kebutuhan disabilitas. Juga ketersediaan tenaga pengajar yang memang menjadi kebutuhan penyandang disabilitas. Sementara pada layanan dasar kesehatan, selain ketersediaan sarana layanan kesehatan yang aksesibel bagi penyandang disabilitas, hal penting yang harus dipersiapkan adalah ketersediaan staf layanan kesehatan.

Mulai dari layanan kesehatan di level terbawah, misalnya puskesdes/puskeslu di tingkat desa/kelurahan, pustu dan puskesmas di tingkat kecamatan dan seterusnya.

Demikian halnya perlunya kebijakan jaminan kesehatan bagi penyandang disabilitas, serta diperlukan pula ketersediaan tenaga layanan fisioterapi dan psikososial.

Tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah pada aspek layanan ketersediaan sanitasi dan layanan air bersih yang aksesibel. Termasuk jika terjadi bencana. Kkegiatan tanggap darurat bencana tetap memperhatikan ketersediaan layanan air bersih dan sanitasi bagi penyandang disabilitas.

Halaman
12
Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved