Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, KNPI Parepare Sajikan Permainan Tradisional

Kini sudah ada berbagai rangkaian kegiatan yang sudah dipersiapkan untuk dihelat pada 25 hingga 28 Oktober mendatang.

Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, KNPI Parepare Sajikan Permainan Tradisional
darullah
Ketua KNPI Kota Parepare, Asy’ari Abdullah (kanan) dan Dina Maliah (tengah). 

TRIBUN-PAREPARE.COM, PAREPARE - Menjelang hari sumpah pemuda 28 Oktober, DPD KNPI Parepare telah lakukan berbagai persiapan untuk menghelat Youth Fest atau Festival Pemuda.

Kini sudah ada berbagai rangkaian kegiatan yang sudah dipersiapkan untuk dihelat pada 25 hingga 28 Oktober mendatang.

Jelang Pengumuman Menteri, Fakultas Pertanian Unhas Kumpul Pakar Pangan di The Rinra Makassar

Sudah Tutup! Berikut 10 Calon Wali Kota Makassar Mendaftar di Perindo

Catat! Isi Sumpah Pelantikan Jokowi-Maruf Amin, dan Janji Kampanye dari Tanah Sampai Internet Gratis

Inilah 8 Balon Walikota Mendaftar di Gerindra Makassar

Berikut Hasil Pertandingan Futsal Tribun Super Soccer Executive League pada Minggu 20 Oktober

Ketua KNPI Parepare, Asy’ari Abdullah mengatakan, ada dua titik lokasi tempat berlangsung kegiatan ini. Yaitu di Taman Mattiro Tasi dan Hotel Satria.

“ Kalau dari tanggal 25-27 itu di Taman Mattiro Tasi, dan puncaknya di Hotel Satria,” ujarnya, Minggu (20/10/2019) siang.

Asy’ari juga membeberkan, bahwa pada kegiatan ini nantinya akan melibatkan sejumlah anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah dasar (SD).

Mereka diminta untuk menjajal permainan tradisional. Seperti permainan Mandonggak juga mengenal festival kuliner becce laung.

“Anak SD khususnya, agar tak melulu main gadget saja. Pada dikegiatan nanti, ada permainan nasional yang populer pada era 80-90 an, akan dimainkan,” ujarnya.

Kabid Sosbud KNPI, Dina Maliah menyebutkan, untuk kegiatan anak SD nantinya, selain permainan Mandonggak juga ada permainan Manppadinding.

Ketua KNPI Kota Parepare, Asy’ari Abdullah (kanan) dan Dina Maliah (tengah).
Ketua KNPI Kota Parepare, Asy’ari Abdullah (kanan) dan Dina Maliah (tengah). (darullah)

“Selain itu, ada juga tari jeppeng, pencak silat iguru, orasi ilmiah dan juga diramaikan oleh sejumlah organisasi pemuda dan juga beberapa band.

“Nah untuk selanjutnya, ada kegiatan yang diberi nama accule-culean riolo. Ini melibatkan anak SD se-Kota Parepare,” bebernya.

"Melalui kegiatan-kegiatan ini, kami ingin anak-anak SD tidak melulunya bermain gatged, tapi membumikan kembali permainan-permaina dahulu yang sudah terlupakan," tutupnya.

Laporan wartawan TribunParepare.com, Darullah, @uull_darullah.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved