Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Viral! Video Kebakaran, Simak Ulasan Tentang Gunung Merbabu

Viral! Video Kebakaran, Simak Ulasan Tentang Gunung Merbabu. Sebuah video yang memperlihatkan Gunung Merbabu kebakaran.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Suryana Anas
IST
Kebakaran di Gunung Merbabu terlihat dari kawasan sekitarnya, Kamis (12/9/2019). 

Viral! Video Kebakaran, Simak Ulasan Tentang Gunung Merbabu

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Gunung Merbabu menjadi trending topik google, Kamis (13/9/2019).

Pembahasan yang banyak beredar tentang sebuah video yang memperlihatkan Gunung Merbabu kebakaran.

Kebakaran tersebut terjadi di Gunung Merbabu, Jawa Tengah sejak Rabu (11/9/2019) malam.

Kabarnya hingga Kamis (12/9/2019) malam, kebakaran di Gunung Merbabu dikabarkan telah merembet hingga ke puncak Kenteng Songo.

Baca: Mengenang BJ Habibie, Ini Profil Jusuf Kalla, Juga Sosok Kebanggaan Sulsel

Baca: Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Tempat BJ Habibie dan Ainun Dimakamkan

Baca: Jadi Trending Topik Google, Siapa Thareq Kemal Habibie? Bikin Warganet Penasaran

Dilansir dari Tribunnews, sebanyak 49 petugas gabungan dari Taman Nasional Gunung Merbabu, BPBD, TNI, Polri, pengelola basecamp pendakian, relawan dan masyarakat diterjunkan untuk melakukan pemadaman api.

Di media sosial beredar video detik-detik kebakaran yang melanda kawasan Gunung Merbabu.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat kobaran api yang cukup besar.

Saking besarnya, suara percikan api yang membakar dedaunan juga terdengar.

Api tersebut membakar kawasan semak-semak dan merembet hingga ke beberapa tempat.

"Geninya (apinya) sudah menjalar ini," ujar seseorang dalam video tersebut.

Video itu diunggah oleh beberapa akun media sosial dan menuai banyak komentar dari netter.

Video tersebut juga diunggah oleh akun Facebook Tagana Surakarta, tadi malam.

Dalam postingannya, Tagana Surakarta menyebut, kebakaran itu terjadi pada Kamis (12/9/2019) pukul 20.00 WIB.

Belum diketahui secara persis penyebab kebakaran di Wilayah Resort Pakis, SPTN Wilayah I, Balai TN Gunung Merbabu itu.

Kronologi kebakaran di Gunung Merbabu, tulis akun Tagana Surakarta, bermula dari titik api yang terpantau pertama kali di wilayah Dusun Malang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Magelang, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

Api tersebut terus menjalar menuju ke arah timur dan utara.

Pada Kamis kemarin, tim dari TN Gunung Merbabu, relawan, serta masyarakat lokal pun melakukan pemadaman.

Sayangnya, api masih belum bisa dipadamkan dan terus menjalar.

Pada pukul 17.00, api mulai menjalar di Blok Kecitran, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Magelang.

Hingga pukul 20.00 WIB, api masih berpijar dan belum padam, terpantau dari jalur pendakian Wekas, Magelang.

Pemadaman, masih menurut akun Tagana Surakarta, dilakukan secara manual karena lokasi sulit dijangkau, lereng yang curam, serta sulit air.

Laporan yang bersumber dari Posko Resort Pakis Balai TN Gunung Merbabu itu mengatakan, bersama pihak pihak terkait, yaitu MUSPIKA, BPBD, relawan, desa, dilakukan pemadaman, dan melakukan pertemuan untuk penanganan bersama.

Selanjutnya, melakukan pemantauan pada beberapa titik, seperti di Wekas.

Tentang Gunung Merbabu

Dilansir dari wikipedia, Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT.

Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan.

Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15.

Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu).

Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.

Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797.

Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut.

Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.

Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Jalur Pendakian

Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian.

Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air.

Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan.

Jalur Kopeng Thekelan

Dari Jakarta bisa naik kereta api atau bus ke Semarang, Yogyakarta, atau Solo.

Dilanjutkan dengan bus jurusan Solo-Semarang turun di kota Salatiga, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng.

Dari Yogyakarta naik bus ke Magelang, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng.

Dari kopeng terdapat banyak jalur menuju ke Puncak, namun lebih baik melewati desa tekelan karena terdapat Pos yang dapat memberikan informasi maupun berbagai bantuan yang diperlukan.

Pos Tekelan dapat ditempuh melalui bumi perkemahan Umbul Songo.

Di bumi perkemahan Umbul Songo Anda dapat beristirahat menunggu malam tiba, karena pendakian akan lebih baik dilakukan malam hari tiba dipuncak menjelang matahari terbit.

Andapun dapat beristirahat di Pos Thekelan yang menyediakan tempat untuk tidur, terutama bila tidak membawa tenda.

Dapat juga berkemah di Pos Pending karena di tiga tempat ini kita bisa memperoleh air bersih.

Jalur Wekas

Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang (Steve, Sigit, Bowo, Hari, Bayu) pertengahan Maret 2005 melakukan pendakian Gunung Merbabu melalui Jalur Wekas.

Untuk menuju ke Desa Wekas kita harus naik mobil Jurusan Kopeng - Magelang turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng, tepatnya di depan gapura Desa Wekas.

Dari Kaponan pendaki berjalan kaki melewati jalanan berbatu sejauh sekitar 3 Km menuju pos Pendakian.

Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan Pecinta Alam kota Magelang, karena lebih dekat dan banyak terdapat sumber air, sehingga banyak remaja yang suka berkemah di Pos II terutama pada hari libur.

Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira 6-7 jam.

Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat lintasan yang datar membentang.

Lintasan pos I cukup lebar dengan bebatuan yang mendasarinya.

Sepanjang perjalanan akan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi yang ditanami Bawang, Kubis, Wortel, dan Tembakau, juga dapat ditemui ternak kelinci yang kotorannya digunakan sebagai pupuk.

Rute menuju pos I cukup menanjak dengan waktu tempuh 2 jam.

Pos I merupakan sebuah dataran dengan sebuah balai sebagai tempat peristirahatan.

Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk.

Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudian masuk hutan pinus.

Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam.

Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa puluhan tenda.

Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah.

Sehingga pada hari-hari tersebut banyak penduduk yang berdagang makanan.

Pada area ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada sebuah bak.

Jalur Kopeng Cunthel

Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang (Maulana, Steve, Iwi, Ardy, Sigit) pertengahan September 2004 melakukan pendakian Gunung Merbabu berangkat melalui jalur Kopeng - Cunthel, dan turun mengambil jalur Kopeng Thekelan.

Untuk menuju ke desa Cuntel dapat ditempuh dari kota Salatiga menggunakan mini bus jurusan Salatiga Magelang turun di areal wisata Kopeng, tepatnya di Bumi perkemahan Umbul Songo.

Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki menyusuri Jalan setapak berbatu yang agak lebar sejauh 2,5 km, di sebelah kiri adalah Bumi Perkemahan Umbul Songo.

Setelah melewati Umbul Songo berbelok ke arah kiri, di sebelah kiri adalah hutan pinus setelah berjalan kira-kira 500 meter di sebelah kiri ada jalan setapak ke arah hutan pinus, jalur ini menuju ke desa Thekelan.

Untuk menuju ke Desa Cuntel berjalan terus mengikuti jalan berbatu hingga ujung.

Banyak tanda penunjuk arah baik di sekitar desa maupun di jalur pendakian.

Di Basecamp Desa Cuntel yang berada di tengah perkampungan ini, pendaki dapat beristirahat dan mengisi persediaan air.

Pendaki juga dapat membeli berbagai barang-barang kenangan berupa stiker maupun kaos.

Setelah meninggalkan perkampungan, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi perkebunan penduduk.

Jalur sudah mulai menanjak mendaki perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon pinus.

Jalan setapak berupa tanah kering yang berdebu terutama di musim kemarau, sehingga mengganggu mata dan pernapasan.

Untuk itu sebaiknya pendaki menggunakan masker pelindung dan kacamata.

Jalur Selo

Jalur pendakian Merbabu Via Selo saat ini menjadi jalur yang relatif lebih ramai dari jalur yang lainnya.

Pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Ditambah lagi dari jalur ini tetangga dekat gunung merbabu yaitu Merapi bisa terlihat dengan jelas.

Akses ke lokasi adalah yogyakarta atau Solo, jika dari Solo naik bus jurusan Semarang turun di kota Boyolali.

Apabila dari kota Yogyakarta harus naik bus jurusan Solo turun di Kartasura, kemudian ganti bus jurusan Solo Semarang turun di kota Boyolali.

Untuk menuju ke Selo dari kota Boyolali menggunakan bus kecil jurusan Selo.

Bus yang langsung ke Selo agak jarang biasanya hanya sampai Pasar Cepogo, dan dari pasar Cepogo ganti lagi bus kecil yang menuju Selo.

Dari kota Boyolali bus kecil yang menuju Selo ini tidak parkir di terminal Boyolali.

Pendaki harus sedikit berjalan kaki ke Pasar Sapi di mana bus kecil jurusan Cepogo/Selo berhenti mencari penumpang.

Awal pendakian, pendaki akan disambut gapura selamat datang dari Taman Nasional Gunung Merbabu.

Memasuki pintu hutan suasana jalanan kiri kanan dipenuhi pohon pinus dan lamtoro, di siang haripun akan terasa sejuk.

Jalanan masih cukup landai hingga 15 menit perjalanan. Setelah berjalan 1-1,5 jam sampailah di pos 1 (Dok Malang).

Pos ini masih berada di rimbunnya pepohonan.

Jalur Suwanting

Jalur Suwanting adalah jalur yang pernah dibuka pada tahun 1990 dan 1998, namun setelah tahun 1998 jalur ini ditutup untuk pendakian dan baru awal tahun 2015 lalu jalur ini kembali dibuka.

Jalur pendakian ini terletak di Dusun Suwanting Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang yang jaraknya sekitar 5 km dari Gardu pandang Ketep Pass.

Jika berangkat dari Kota Yogyakarta memerlukan dua jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua.

Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting ini terkenal indah dan memiliki pemandangan sabana yang menarik perhatian pendaki gunung.

Jalur ini memiliki tiga Pos (Pos Lembah Lempong, Pos Selter Bendera, dan Pos Ndampo Awang). Pendaki dapat mendirikan tenda di pos 2 dan pos 3 karena lokasinya cukup luas dan pemandangannya sungguh indah dengan latar belakang Gunung Merapi.

Di Jalur ini pendaki tidak perlu khawatir kekurangan air, karena di sepanjang jalur pendakian memiliki tiga pos air yang bisa di gunakan untuk konsumsi, Pos air terletak di bawah Lembah cemoro, Lembah manding dan terakhir di bawah pos 3.

Setelah dari pos 3, pendaki akan melewati sabana yang menyejukkan. Jika berkunjung pada musim penghujan atau kisaran bulan Mei - Agustus, pendaki akan menemui padang rumput berwarna hijau.

Data Gunung Merbabu:

Nama: Gunung Merbabu

Merbabu dari arah: Selo, Boyolali

Titik tertinggi:

Ketinggian: 3.145 m (10.630 kaki)

Masuk dalam daftar: Ribu

Koordinat: 7.5°S 110.4°E 

Geografi

Merbabu berlokasi di Jawa Merbabu

Letak Gunung Merbabu: di Pulau Jawa

Letak: Semarang, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah), Indonesia

Geologi

Jenis gunung: Stratovolcano

Letusan terakhir: 1797

Sumber berita: https://www.tribunnews.com/regional/2019/09/13/viral-video-detik-detik-kebakaran-di-gunung-merbabu-apinya-sudah-mulai-menjalar?page=all

Baca: Profil atau Biodata 5 Pimpinan KPK Terpilih atau yang Baru, Nawawi Pomolango Eks Hakim PN Makassar

Baca: Biodata Ketua KPK Baru Irjen Firli Bahuri, Kenakalan, Dekat Tuan Guru Bajang, Eks Orang Istana

Baca: Kenang Jasa BJ Habibie, Pemuda Mamuju Terbangkan 500 Pesawat Kertas

Baca: PSSI Bantah Isu Penggantian Pelatih Timnas. Nama Rahmad Darmawan Tiba-tiba Mencuat!

Baca: Ombak Tinggi, KM Anwar Jaya Terhempas di Pantai Dusun Karunia Timur Selayar

Baca: Pernah Disebut Pelakor, Jennifer Dunn Kini Pamer Rumah Mewah Rp 42 M, Respon Sarita di Luar Dugaan

Baca: Mengapa BJ Habibie Dijuluki Mr Crack?

Baca: VIDEO: Ini Motor Honda Dipamerkan di GIIAS Makassar 2019, Ada Si Monkey, Harganya?

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: VIDEO: Doa Bersama untuk BJ Habibie di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju

Baca: Kenakalan Irjen Firli Bahuri Capim KPK, Gendong Anak Tuan Guru Bajang hingga Jemput Saksi

Baca: Puluhan Warga Parepare Sulawesi Selatan, Dzikir Bersama di Rumah Kelahiran BJ Habibie

Baca: Bocah Perumnas Antang Diculik, Berhasil Kabur di Jalan Cokonuri, Waspadalah Wahai Para Orangtua

Baca: Alasan Thareq Kemal Habibie Adik Ilham Akbar Habibie Pakai Penutup Mata, Mungkin Karena Ini?

Baca: Era Digital, Bank Kini Ogah Tambah Mesin ATM dan EDC, Intip Perkembangan ATM di Indonesia

Baca: Mahasiswa Sulawesi di Mesir Khatam Alquran untuk Almarhum Habibie

Baca: 8 Keutamaan & Amalan Jumat Berkah Selain Shalat Jumat Lengkap Doa Hari Jumat Dianjurkan Rasulullah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved