Bocah Perumnas Antang Diculik, Berhasil Kabur di Jalan Cokonuri, Waspadalah Wahai Para Orangtua

Kapolsek Rappocini, Kompol Supriady Idrus mengatakan, ASH diculik oleh seorang pengendara motor menggunkan helm

Bocah Perumnas Antang Diculik, Berhasil Kabur di Jalan Cokonuri, Waspadalah Wahai Para Orangtua
Muslimin Emba/Tribun Timur
Kapolsek Rappocini, Kompol Supriadi Idrus, atau karib disapa Haji Edhy. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Personel Polsek Rappocini berhasil mengamankan bocah perempuan berinisial ASH (9), warga Jl Manggala Raya, Makassar, yang menjadi korban penculikan, Kamis (12/9/2019) sore.

Kapolsek Rappocini, Kompol Supriady Idrus mengatakan, ASH diculik oleh seorang pengendara motor menggunkan helm dan penutup wajah serta jaket hitam, di pinggir kanal tidak jauh dari rumahnya, Perumnas Antang.

Baca: Promosi Antang dan Enrekang Pantun Perpisahan Rahman Pina Politisi Golkar di DPRD Makassar

"Pelaku beralasan ada perintah bapak korban untuk mengambil tas ransel H Ilham di kantor bapak korban," kata Haji Edy, sapaan Kompol Supriady Idrus.

Sambil menangis, bocah kelas empat SD itu, lanjut Haji Edy, pun dipaksa naik ke motor pelaku.

Baca: Mahasiswi Pembuat Drama Penculikan Dipulangkan, Sempat Nginap Dua Malam di Kantor Polisi

Ia dibawa pelaku ke Jl Nipa-nipa, lalu diturunkan dari motor kemudian dinaikkan ke atas mobil pick up warna hitam memakai tenda biru.

Di mobil bak terbuka itu, ASH mengaku bersama lima pria yang tidak dikenalinya.

"Di atas mobil, korban mengaku ditampar satu kali oleh salah seorang pelaku karena korban meminta untuk pulang ke rumahnya," ujar Haji Edy.

Baca: Mahasiswa Sulawesi di Mesir Khatam Alquran untuk Almarhum Habibie

Lanjut Haji Edy, ASH yang terus menangis meminta diantar pulang ke rumahnya, pun diturunkan di jembatan Jl Borong dan dijemput kembali oleh pelaku awal yang mengendarai motor.

Oleh pelaku penculikan bermotor, ASH dibawa ke rumah kosong yang berlokasi di Jl Cokonuri Dalam, Kelurahan Gunungsari.

"Pelaku kemudian menyampaikan ke korban (ASH) untuk jangan kemana-mana karena mau membelikan minuman. Saat pelaku keluar untuk membeli minuman korban kemudian melarikan diri ke rumah salah satu warga di dekat rumah kosong tersebut," ungkap Haji Edy.

Tahlilan dan doa bersama di Anjungan Pantai Manakarra atas wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Tahlilan dan doa bersama di Anjungan Pantai Manakarra atas wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie. (nurhadi/tribunmamuju.com)
Halaman
1234
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved