OPINI
Eksistensi Penyiaran Publik di Era Digital
Ketika fakta tersebut dielaborasi lebih jauh, ternyata pendengar setia radio menilai radio sama seperti teman dekat.
Selain itu, RRI juga perlu meningkatkan profesionalisme dan kreativitas. Profesionalisme berkaitan dengan SDM, pengelola radio dituntut memiliki kompetensi dan kualifikasi, menguasai teknologi dan pengoperasian peralatan, sehingga RRI dapat selalu mengikuti perkembangan zaman.
Tantangan yang dihadapi RRI tidak hanya datang dari media baru, tetapi juga menjamurnya radio swasta yang memiliki konten siaran yang lebih variatif. Meskipun RRI bukanlah radio komersil yang mengutamakan bisnis dan keuntungan, bukan berarti menjadi alasan untuk
tidak menjaga kualitas isi siaran.
Jadi, kreativitas berkaitan dengan inovasi konten siaran agar dapat menarik semua golongan masyarakat untuk mendengarkannya. Dengan demikian, meski di tengah euforia internet, RRI tetap akan menjadi media yang berada di hati masyarakat, seperti semboyannya “Sekali di udara tetap di udara”. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/indah-p-manggaga.jpg)