Ini 15 Benda Pusaka yang Dicuci dalam Accera Kalompoang

Tradisi adat ini dinamai Accera Kalompoang. Sebanyak 15 benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa dicuci dengan air yang suci.

Ini 15 Benda Pusaka yang Dicuci dalam Accera Kalompoang
Ari Maryadi/tribun Timur
Pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dalam ritual Accera Kalompoang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa akhirnya kembali dihelat pada Perayaan Iduladha tahun 2019.

Tradisi adat ini dinamai Accera Kalompoang. Sebanyak 15 benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa dicuci dengan air yang suci.

BPJS Ketenagakerjaan Makassar Potong 4 Sapi dan 7 Kambing

BREAKING NEWS: Satu Rumah Panggung di Maniangpajo Terbakar, Mobil dan Motor Ikut Hangus

Presiden Jokowi Sumbang Satu Ekor Sapi Kurban 1,50 Ton untuk Warga Mamuju

Ismak Nilai Peristiwa Sembelih Nabi Ibrahim ke Ismail Sebagai Peristiwa Kesabaran dan Ketaatan

Ramalan Zodiak Cinta Senin, 12 Agustus 2019: Leo Kendalikan Emosimu, Gemini Jangan Menutupi Masalah

Benda puasa pertama adalah Solokoa atau Mahkota Raja. Bentuknya terbuat dari emas murni.

Bertahtakan berlian dan permata sebanyak 250 butir. Ukuran garis tengah 30 centimeter dengan berat 1768 gram. Bentuknya menyerupai kerucut bunga teratai yang memiliki 5 helai kelopak daun.

Solokoa merupakan salah satu benda kebesaran Kerajaan Gowa yanh digunakan sebagai mahkota ketika pelantikan Raja. Solokoa ini berasal dari Raja Gowa 1 yakni Tumanurung pada Abad 14.

Kedua, Sudanga atau sebilah senjata sakti sejenis kalewang (sonri) dari besi putih, berhulu dan bersarung tanduk binatang berhias emas putih berlief geometris serta lilitan rotan. Adapun panjangnya berukuran 72 cm, lebar 4 cm dan 9 cm.

Sudanga ini milik Karaeng Bayo, suami Karaeng Tumanurunga Baieneyea ri Tamalatea sekitar abad XIII, kemudian menjadi atribut legitimasi saat prosesi penobatan raja berkuasa.

Ketiga, Ponto Janga-Jangaya atau gelang berbentuk Naga Melingkar sebanyak 4 buah, gelang ini berbentuk emas murni dengan berat
985,5 gram. Benda pusaka ini berasal dari Tumanurung.

Keempat, Kolara atau Rante Kalompoang berbahan emas murni. Terdapat 4 Kolara masing-masing panjangnya 51 cm, 55 cm, 55 cm, dan 49 cm dengan berat keseluruhan 2.182 gram.

Kelima, Tatarapang atau sejenis keris emas bertahta permata dan besi tua sebagai pelengkapnya. Dipakai dalam upacara kerajaan, keris ini sepanjang 51 cm, lebar 13 cm dan berat 9865 gram

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved