Video Detik-detik Turbulensi Pesawat, Pramugari Terlempar ke Langit-langit Pesawat Kena Kabin
Transportasi penerbangan tengah populer sebagai transportasi tercepat untuk sampai ke tujuan. Namun ada juga hal yang mengerikan dari perjalanan me
Meski terguncang hebat, kru kabin berusaha tenang dan meminta penumpang tidak panik.
Untungnya, pesawat bisa mendarat dengan selamat.
Baca: Sidang Pembunuhan Aldama Mahasiswa ATKP Makassar Digelar Senin Depan
Baca: FKPT Sulbar Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa, Ini Dibahas
Baca: Bantuan Korban Banjir di Wajo Tak Merata, Masyarakat Tonronge Mengeluh
Sebanyak 10 penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka ringan.
Sekitar 2,5 jam kemudian, pesawat itu kembali lepas landas untuk melakukan perjalanan pulang.
"Mereka berkata bahwa segalanya bakal baik-baik saja," kata Basha.
Berdasarkan AeroInside, ALK Airlines melaporkan tanda sabuk pengaman langsung menyala sebelum insiden karena kru kabin sudah memperkirakan bakal terjadi turbulensi.
Pramugari meninggal di pesawat
Sementara itu, seperti diberitakan Wartakotalivelcom sebelumnya, penerbangan Hawaiian Airlines dari Honolulu ke Kota New York terpaksa dialihkan ke San Francisco karena awak kabin meninggal dunia.
Diwartakan Fox News, Jumat (25/1/2019), insiden itu terjadi pada Kamis (24/1/2019) malam setelah kru pesawat mengalami serangan jantung mendadak.
Juru bicara Bandara San Francisco Doug Yakel mengatakan, tim medis juga telah berupaya melakukan CPR dalam penerbangan.
Laporan dari USA Today menyebutkan, Hawaiian Airlines mengonfirmasi bahwa pramugari itu bernama Emile Griffith.
Baca: 50 Janda Baru di Tana Toraja, Ini Penyebabnya
Baca: Bakal Dijadikan Pusat Kuliner, Bangunan Depan Istana Kedatuan Luwu Bakal Dibongkar
Baca: BREAKING NEWS: Warga Desa Tallu Banua Utara Majene Segel Kantor Desa, Ini Masalahnya
"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan Emile dan orang baik di pesawat yang berada di sisinya dan memberikan bantuan medis," demikian pernyataan dari manajemen Hawaiian Airlines.
Maskapai kemudian menjadwalkan kembali penerbangan bagi penumpang dan diberikan kompensasi.
Salah seorang penumpang bernama Andrea Bartz mengatakan, kru membuat pengumuman di pesawat untuk meminta siapa pun yang berprofesi sebagai dokter agar menuju ke kursi kelas satu.
Dokter itu kemudian memberikan penanganan keadaan darurat medis kepada awak kabin.
"Begitu banyak dokter yang maju ke depan dan petugas polisi naik setelah pesawat mendarat," kicauanya di Twitter.