Video Detik-detik Turbulensi Pesawat, Pramugari Terlempar ke Langit-langit Pesawat Kena Kabin
Transportasi penerbangan tengah populer sebagai transportasi tercepat untuk sampai ke tujuan. Namun ada juga hal yang mengerikan dari perjalanan me
Namun, menurut keterangannya, banyak penumpang lain yang mengeluhkan maskapai memainkan musik ukulele selama keadaan darurat itu.
"Hawaiian Airlines memainkan musik ukulele atau nyanyian tradisional seperti saat akan terbang dan mendarat," kicaunya.
"Saya ingin bilang, itu tidak membuat siapa pun lebih tenang," imbuhnya.
Baca: Bupati Pinrang Irwan Hamid Buka Bimbingan Manasik Haji 2019
Baca: Hasil dan Video Cuplikan Gol Argentina vs Paraguay Tanpa Pemenang, Messi Cuma Cetak 1 Gol
Baca: Kader PKK Parepare Diajak Kembangkan Wirausaha, Ini Tujuannya
Tumpahkan minuman ke CEO
Masih terkait pramugari, seperti diberitakan Wartakolive.com beberapa waktu lalu. Pengalaman buruk saat menjalani tugas atau pekerjaan dialami seorang pramugari American Airlines.
Maddie Peters, seperti diwartakan NBC News pada Rabu (10/4/2019), saat itu sedang melayani penerbangan dari Phoenix menuju Dallas, dengan penumpang istimewa yaitu sang CEO Doug Parker.
Ketika menjalankan tugasnya, pramugari tersebut tak sengaja menumpahkan nampan minuman kepada pemimpin perusahaan penerbangannya yang mempekerjakannya.
"Kami tahu dia akan berada dalam penerbangan dan kami harus bersikap terbaik," kata Peters, mengisahkan kembali pengalamannya yang terjadi pada Kamis lalu.
Baca: Datun Kejari Luwu Timur Sebar Spanduk Layanan Aduan Suami Nikah Lagi
Baca: Pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Bahas Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks
Baca: Buka Restoran Bareng, Netizen Ribut Siapa yang Cocok Jadi Tukang Parkir Kaesang atau Chef Arnold
Insiden itu berawal ketika perempuan berusia 28 tahun tersebut menawarkan minuman kepada penumpang di kelas satu.
Namun, seseorang di lorong yang berada di depannya tiba-tiba berhenti berjalan dan mengambil langkah mundur.
Seketika nampan berisi minuman yang dibawanya terbang dan mengenai Parker.
"Saya ingin mati di sana," ujarnya.
"Saya dipecat?"
Bukannya mendapat sambutan kemarahan, Peters justru memperoleh tawa lebar dari sang CEO.
Untuk menenangkan karyawannya itu, Parker kemudian mengunjungi area dapur untuk meyakinkan Peters.
"Saya bertanya kepadanya, 'Apakah saya dipecat?' dan dia berkata, 'Tentu saja tidak'," katanya.
"Ketika dia turun dari pesawat, dia bilang kalau tidak akan melupakan saya. Tebak, itu bukankah hal baik?" tuturnya.