Wahyu Jayadi Akhirnya Dijenguk Istri, "Tolong Jaga Baik-baik Anak Kita, Didik dan Besarkan Mereka"

Tersangka pembunuhan terhadap pegawai UNM, Wahyu Jayadi akhirnya dijenguk sang istri, Ifa di Mapolres Gowa, Rabu (3/4/2019).

Wahyu Jayadi Akhirnya Dijenguk Istri,
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wahyu Jayadi ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Minggu (24/3/2019) lalu. 

Wahyu Jayadi diketahui ditahan sejak Minggu (24/3/2019) lalu.

Wahyu Jayadi makan bersama Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dalam sel tahanan.
Wahyu Jayadi makan bersama Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dalam sel tahanan. (Ari Maryadi/Tribun Gowa)

Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Zulaeha Djafar.

Wahyu Jayadi diketahui ditahan dalam jeruji besi berukuran sekitar lima kali empat meter. Sel tahanan ini memiliki tiga sekat.

Sel tahanan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendingin ruangan AC. Tahanan diberi makan tiga kali sehari oleh petugas Mapolres Gowa.

Doktor jebolan Universitas Negeri Jakarta ini dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dilapis pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan berat menimbulkan kematian.

Rekaman Percakapan Zulaeha dan Wahyu

Motif pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar terus didalami dan dikembangkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa.

Salah satu yang masih menyimpan misteri adalah jejak percakapan antara Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar. Telepon seluler Iphone X milik Zulaeha mengalami rusak berat akibat dihancurkan oleh Wahyu Jayadi.

Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Muhammad Rivai mengatakan pihaknya belum berhasil mengantongi jejak percakapan antara Siti Zulaeha Djafar dengan Wahyu Jayadi.

Menurut Rivai, surat permohonan yang dilayangkan penyidik ke operator layanan telepon belum mendapat respon balik. Oleh karena itu, jejak percakapan tersebut masih belum terungkap.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom. Itu nanti akan diberikan, apakah pelaku intens berkomunikasi dengan korban," kata Iptu Rivai kepada Tribun, Selasa (2/4/2019).

Wahyu Jayadi dan Siti Zulaeha Djafar
Wahyu Jayadi dan Siti Zulaeha Djafar (Youtube)

Perwira polisi dua balok ini mengatakan, jejak percakapan antara Wahyu Jayadi dan Zulaeha Djafar nantinya akan jadi bukti petunjuk bagi penyidik. Petunjuk itu akan berperan mengungkap motif lain dalam kasus pembunuhan tragis ini.

"Itu nanti bukti petunjuk, kita butuh bukti petunjuk untuk menggali bahan tambahan," sambung Rivai.

Diketahui upaya Wahyu Jayadi untuk merusak Iphone X Zulaeha masih menyimpan tanya tanya. Wahyu rela terluka terkena pecahan kaca demi mengambil telepon Zulaeha dalam mobil.

Setelah itu, Iphone X tersebut dipukul dengan batu berkali-kali lalu dibuang di selokan dekat kampus UNM Gunungsari.

Sebelumnya, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menuturkan, jejak percakapan dari telepon seluler Zulaeha akan menjadi bukti tambahan dalam penyidikan scientific crime investigation.

"Walau dibelah 17 sampai 700 kali, kami tidak butuh lagi perangkatnya. Komunikasi ini tersimpan di bank data server. Handphone korban yang dirusak tidak mempengaruhi penyidikan dalam permintaan data call data record," kata Shinto Silitonga, Minggu (25/3/2019) lalu.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved