Andre Prasetyo Tanta: Bedah Pilihan Politik Hal Biasa, Mari Gunakan Hak Pilih Kita

Menurut Andre, dari perbedaan inilah yang membuat negara kita menjadi maju dan berkembang.

Andre Prasetyo Tanta: Bedah Pilihan Politik Hal Biasa, Mari Gunakan Hak Pilih Kita
handover
Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Nasdem Sulsel, Andre Prasetyo Tanta (23), menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Nasdem Sulsel, Andre Prasetyo Tanta (23), menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

"Perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi hal biasa, jangan sampai perbedaan pilihan kita negara tercinta kita pecah, jangan," ujar Andre, Jumat (31/3/2019).

Dalam sambutannya di acara silaturrahmi tokoh masyarakat dan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Dharma Paloh di Hotel Grand Claro, Jl AP Pettarani, Jumat (29/3/2019) malam, Andre juga mengajak masyarakat Makassar untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

"Sebentar lagi kita melaksanakan pesta demokrasi, karena itu mari kita sama-sama gunakan hak pilih kita," jelasnya.

Baca: Andrew Nugraha Berbagi Tips Public Speaking ke 30 Pelajar di Makassar

Baca: Andre Prasetyo Tanta (APT) di Mata Ayahnya Wilianto

Menurut Andre, dari perbedaan inilah yang membuat negara kita menjadi maju dan berkembang.

Persatuan itu juga membuat kita yang berada di dalam ruangan ini bisa berkumpul, bersilaturahmi dalam suasana kekeluargaan.

"Semoga dengan acara malam ini, persatuan kita, NKRI kita, negara kita, Kota Makassar kita bangun, kita majukan negeri ini untuk jauh lebih maju," jelasnya.

Sementara Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Dharma Paloh, mengatakan, kemenangan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, lebih penting daripada partai Nasdem.

"Kemenangan Jokowi-Ma'ruf lebih penting dari partai ini. Nasdem akan mengawal pemerintahan Jokowi jika masyarakat kembali mempercayakan pemerintahan ini ketangan Jokowi," tegas Surya Paloh dalam acara silaturrahmi dengan warga Makassar di Hotel Grand Claro, Jl AP Pettarani, Jumat (29/3/2019) malam.

Dalam pidatonya, Surya Paloh mengaku pernah bercita-cita menjadi kepala negara. Namum sekarang cita-cita itu sudah tidak ada lagi.

Baca: Dukung Andre Prasetyo Tanta di Pileg 2019, Warga Wajo Undang Khusus Wilianto Tanta

Baca: Andre Prasetyo Tanta Ngopi Bareng Milenial di Warung Up Normal

"Saya pernah bercita-cita jadi presiden tapi 25 tahun lalu. Sekarang saya tidak lagi mengharapkan jadi persiden. Saya akan melawanmu kalau kau salah, maka inilah komitmen antara saya dengan Jokowi," ujar Surya Paloh.

Dia menyebut Joko Widodo merebut hatinya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Dia telah merebut hati saya dan untuk itu saya mengajak semua. Sungguh-sungguh saya katakan sejujurnya diantara capres yang berkompetisi, jiwa dan raga saya, akal sehat saya, hati nurani saya, jokowi tetap yang terbaik, karena itu mari mendukung Jokowi," kata Surya Paloh.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved