Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Sose Meninggal

Dikenal Disiplin, Hargai Tamu, Begini Teladan Andi Sose yang Selalu Dikenang

Sikap istiqomah almarhum dalam amalan agama ini dicontohkan Waspada dalam konteks kedisplinan dan penghargaan kepada tamu.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
handover
Suasana rumah duka Brigjen TNI (purn) DR Haji Andi Sose di Jl Sungai Tangka, Ujungpandang, Makassar, Selasa (25/03/2019). 

Banyak kerajaan di luar Pulau Jawa adalah kerajaan-kerajaan kecil.

Sose lahir pada 15 Maret 1930. Setelah belajar di Volkschool (sekolah rakyat yang cuma tiga tahun) di Anggeraja, Sose melanjutkan ke Schakelschool (sekolah rendah lanjutan) di Makale, Tana Toraja.

Andi Sose membangun 119 masjid, menghaji dan umrahkan sekitar 910 imam masjid di Sulsel, serta mendirikan universitas 45 dan rumah sakit swasta fasilitas modern pertama RS 45 (kini RS Ibn Sina, yang kini pengelolaannya dialihkan ke Yayasan Badan Wakaf UMI).

Sedangkan Univeritas 45, sejak 17 Agustus 2013, pengelolaannya dialihkan ke Bosowa Foundation.

“Saya rela menyerahkan pengelolaan 45 ke Aksa Mahmud, karena saya kenal ayahnya (Haji Mahmud) ikut membantu pejuang di Lapasu, Mangkoso dan Paccekke (Barru), Aksa ini anak pejuang, ” ujar Sose saat sambutan resmi pengalihan ke Bosowa Foundation.

Di kampungnya, Andi Sose juga membangun Rumah Sakit Puang Sabbe di tanah kelahirannya Jalan H Andi Liu, Cakke, Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Baca: SYL: Jauh Sebelum Semangat NKRI Harga Mati Digemakan, Andi Sose Telah Menanamkan Semangat Itu

Rumah sakit tersebut kini diwakafkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Enrekang.Nama Rumah Sakit Puang Sabbe diambil dari nama ibu kandungnya, Puang Sabbe.

Sementara nama jalan di rumah sakit itu diberi nama H Andi Liu yang merupakan nama dari ayah kandung Andi Sose.

"Beliau adalah teladan bagi kami, selalu mengajarkan tentang kedermawanan dan juga tentang nilai perjuangan," kata Andi Aswan, Selasa (26/3/2019).

Andi Aswan menjelaskan, Andi Sose tujuh bersaudara kandung diurut dari pertama hingga sulung yaitu Puang Marak Intang, Puang Allang, Puang Duriana, Puang Andi Sose, Puang Uli, Puang Burung dan Puang Pagak.

"Dari tujuh bersaudara itu tersisa Puang Duriana yang masih hidup. Puang Duriana itu nenek saya, saudara kandung alhmarhum;" ujar Andi Aswan.

Andi Aswan menambahkan, ada satu pesan yang selalu ditekankan oleh Almarhum Andi Sose yaitu, 'Sayangi Keluarga'.

Hal itu mengajarkannya untuk selalu mengutamakan dan menjaga harmonisnya keluarga.

Biografi

Lahir: Sossok, Anggeraja, Enrekang, 15 Maret 1930
Orang Tua: Puang Liu (ayah), Andi Sabbe (Ibu)

Pendidikan:
Schakelschool (Sekolah Dasar Belanda)
SMP Nasional binaan Sam Ratulangi

Pekerjaan:
-Bintang Mahaputra Nararya (Penghargaan sipil tertinggi)
-Perusahaan Binaraya (tranportasi)
- Mantan Ketua Umum DPP Organda di Jakarta (kurun waktu 15 tahun)
-Bank Antar Indonesia
-Bank Rakyat Sulawesi
-Bank Tani dan Industri
-Coca Cola Atlanta

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved