Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Sose Meninggal

Dikenal Disiplin, Hargai Tamu, Begini Teladan Andi Sose yang Selalu Dikenang

Sikap istiqomah almarhum dalam amalan agama ini dicontohkan Waspada dalam konteks kedisplinan dan penghargaan kepada tamu.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
handover
Suasana rumah duka Brigjen TNI (purn) DR Haji Andi Sose di Jl Sungai Tangka, Ujungpandang, Makassar, Selasa (25/03/2019). 

Waspada bercerita, di awal tahun 2003, dia menerima telepon dari sekretaris Andi Sose.

Pesannya lugas, “segera dipanggil Puang sebelum salat Dhuha.”

Di perjalanan, Waspada tegang dan bertanya-tanya, “gerangan apa hajat jenderal.”

Sesampai di Jl Sungai Tangka, kediaman pendiri Bank Marannu itu, Andi Sose langsung menjabat tangan Waspada, dan ternyata, “Eh, Bos mu (Alwi Hamu) itu hebat. Saya bangun dua tower Yayasan Andi Sose hanya 9 lantai, Dia bangun gedung lantai 17 (Graha Pena, sekitar 300 meter dari twin tower Sose, “ ujar Andi Sose dengan mimik serius.

Waspada pun tak menyangka undangan ‘mendadak itu “cuma” menyampaikan pujian yang sepintas sepele.

Sesampai di kantornya, Waspada yang kala itu menjabat wakil pemimpin redaksi fajar itu, langsung mengabari atasannya.

“Andi Sose kirim salam Pak. Dia mengundang saya khusus, hanya untuk menyampaikan Bapak hebat., karena sudah bangun gedung tertinggi di Makassar.”

Alwi Hamu pun merespons pujian Sose; “Bagaimanapun beliau lebih hebat. Dia yang pertama bangun gedung tertinggi di Makassar, dan itu hampir 20 tahun,” kata Alwi Hamu.

Kesan senada juga dikonfirmasi praktisi hukum Ridwan Jonni Sillama, (63).

Seperti Waspada, Ridwan adalah sekampung,  dari Cakke, Anggeraja, Enrekang, sekaligus tenaga pengajar di Universitas 45, lembaga pendidikan tinggi yang dirintis Andi Sose tahun 1985 silam.

Mantan komisioner KPU Sulsel (2003-2008) itu mengenang kesan dan nilai abadi yang patut diwariskan dari almarhum ke generasi berikut adalah kedisiplinan dan sifat kebapakan.

“Kalau beliau bilang acara dimulai jam 8, ya jam 8 mulai. Kalau terlambat dihukum.”

Ridwan berkisah kala mendiang ayahnya, Sersan Mayor Silamma tertembak di perang Toraja, Andi Sose berpangkat kapten dan menjabat Komandan Batalyon 702 KGSS IV/Monginsidi di Enrekang dan Toraja.

“Bapak saya pembuka serangan dan tertembak saat melawan Lasykar Pemberonatakan Rakyat Indonesia Sulawesi (Lapris).”

Ridwan ditujuk Sose sebagai dekan pertama di Fakultas Hukum Univ 45, tahun 1985. Karier terakhir Ridawan adalah PR III Universitas 45 di tahun 1998.

Baca: Kenangan Aliyah Mustika Ilham kepada Andi Sose

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved