TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis wilayah melalui program UMKM unggulan berbasis RW.
Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemkot Makassar untuk memetakan potensi produk unggulan di setiap lingkungan RW di Kota Makassar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta mengatakan, setiap wilayah diharapkan memiliki identitas produk unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Tujuannya supaya setiap wilayah punya produk unggulan yang bisa dipetakan kembali,” ujar Arlin Ariesta kepada Tribun-Timur.com, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, pendataan UMKM dilakukan melalui usulan dari lurah di masing-masing wilayah.
Data tersebut kemudian dikurasi untuk mengetahui kebutuhan utama dari setiap pelaku usaha.
Mulai dari kebutuhan akses permodalan, pemasaran, sertifikasi produk, hingga peningkatan kualitas produksi.
“Dari situ dilihat apa kebutuhannya, apakah akses permodalan, pemasaran, sertifikasi, atau peningkatan kualitas produksi,” katanya.
Arlin menjelaskan, proses pendampingan dilakukan melalui Inkubator UMKM Kota Makassar yang berada di Makassar Government Center (MGC).
Program inkubator tersebut telah berjalan selama sekitar tiga tahun.
Selama itu, sekitar 4.000 pelaku UMKM di Kota Makassar telah mendapatkan pendampingan dan pembinaan usaha.
Pendampingan yang diberikan meliputi penguatan sumber daya manusia, pengembangan produk, teknik pemasaran, digitalisasi usaha, hingga pengurusan legalitas dan sertifikasi produk.
Selain itu, pelaku UMKM juga difasilitasi untuk mendapatkan akses permodalan melalui perbankan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Semua difasilitasi melalui inkubator UMKM, mulai dari pembinaan sampai akses permodalan,” ujarnya.
Arlin menambahkan, sejumlah UMKM binaan kini telah berkembang dan berhasil menembus pasar retail modern hingga supermarket.
Pelaku usaha yang telah dinilai siap juga terus didorong memperluas jaringan pemasaran dan kemitraan usaha.
“Yang sudah bagus kita dorong masuk ke pemasaran retail dan supermarket,” katanya.
Melalui program UMKM berbasis RW, Pemkot Makassar berharap potensi ekonomi masyarakat di tingkat wilayah dapat tumbuh lebih merata dan memiliki daya saing yang lebih kuat.