Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Sose Meninggal

Dikenal Disiplin, Hargai Tamu, Begini Teladan Andi Sose yang Selalu Dikenang

Sikap istiqomah almarhum dalam amalan agama ini dicontohkan Waspada dalam konteks kedisplinan dan penghargaan kepada tamu.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
handover
Suasana rumah duka Brigjen TNI (purn) DR Haji Andi Sose di Jl Sungai Tangka, Ujungpandang, Makassar, Selasa (25/03/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lahir di masa perjuangan mengusir penjajah, dewasa di era perjuangan revolusi, dan jadi pengusaha di Orde Baru dan era Reformasi adalah konteks masa pengabdian Brigjen TNI (purn) DR Haji Andi Sose (1930-2019).

"Jika beliau super disiplin, tegas dan bicara yang perlu saja, itu karena almarhum berlatar bangsawan, militer dan saudagar yang selalu melihat bangsa ini dalam masa perjuangan menuju cita-citanya," kata Dr Waspada Santing MAg (56), dosen ilmu komunikasi di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Selasa (26/3/2019), usai melayat di rumah duka, Jl Sungai Tangka, Ujungpandang, Makassar.

Waspada mengenal almarhum di awal karier jurnalisnya, medio 1990-an di harian fajar.

Waspada menyebut Andi Sose sebagai orangtua, kawan, sekaligus mentor nilai-nilai hidup.

November 2009 silam, Waspada menulis tesis masternya di PPs UIN Alauddin berjudul; "Dakwah Bl Hal: _Studi Tokoh H Andi Sose.”

Tesis itu, kini sudah dalam format biografi, dan siap diterbitkan

Baca: Kasdam XIV Hasanuddin Pimpin Upacara Militer Pemakaman Brigjen TNI (Purn) Andi Sose

Baca: Ketua Hanura Enrekang Kenang Saat Jadi Bendahara Program Pembangunan 105 Masjid Suhada Andi Sose

Sejatinya, di ulang tahun ke-89 Andi Sose, 15 Maret 2019 lalu, biografi itu akan diterbitkan.

“Sisa menyelesaikan kata pengantar pihak keluarga yang sementara ditulis Andi Tenri Sose (putri almarhum),” ujar Waspada.

Waspada mengenang jenderal bintang satu itu, sebagai “pejuang yang tak banyak pengetahuan agamanya, tapi jika sudah tahu, pasti dia akan berupaya mempraktikkannya dengan konsisten.” 

Sikap istiqomah almarhum dalam amalan agama ini dicontohkan Waspada dalam konteks kedisplinan dan penghargaan kepada tamu.

“Puang itu suoer disiplin. 10 atau 15 menit sebelum azan dia sudah berwudhu. Beliau tak pernah atur jadwal pertemuan sebelum masuk waktu salat. Pertemuan nanti setelah salat. Kalau janjian jam 10 teng, jangan pernah lebih 3 menit. Banyak tamu yang dia tinggalkan begitu saja, kalau tidak tepat waktu,” ujar wakil ketua MUI Sulsel itu.

Perihal peghargaan kepada tamu, juga patut diguguh dari Sang Jenderal.

Andi Sose mengamalkan hadis Nabi, “Faa akrim dayfaka,” (senantiasa muliakankan tamumu.)

“Beliau itu bangsawan, jenderal TNI, dan pengusaha. Nyaris saya tak pernah melihat Puang menerima tamu dengan pakaian apa adanya. Pasti selalu pakaian rapi, pakai songkok dan menegur orang rumah jika tamu sudah duduk 5 menit tapi belum ada minuman atau makanan di meja,” kata Waspada.

Mengapresiasi prestasi seseorang juga jadi kebiasaan putra pasangan bangsawan Massenrepulu, Puang Haji Andi Liu dan Hajjah Puang Andi Sabbe ini.

Baca: Danny Pomanto: Andi Sose Akan Dikenang Sepanjang Masa

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved